Reformasi Tidak Boleh Berhenti pada ASN, tetapi Harus Menyentuh Budaya Nepotisme, Kolusi, dan Korupsi
Oleh Irdam Imran
Mantan Birokrat Parlemen Senayan
20 Juli 2026
Sebuah kritik terhadap aparatur sipil negara (ASN), baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), kembali menimbulkan reaksi keras.
Kritik itu menggambarkan adanya ASN yang datang ke rapat, tidur, lalu pulang.Pernyataan semacam ini tentu dapat menjadi bahan evaluasi. ASN tidak boleh kebal terhadap kritik. Birokrasi harus terus memperbaiki disiplin, profesionalisme, kompetensi, inovasi, dan kualitas pelayanan publik.
Namun, ada satu persoalan penting yang tidak boleh diabaikan.
Jika ada ASN yang tidur dalam rapat, maka yang harus dikritik adalah perilaku individunya. Bukan seluruh korps ASN.
Sebab, di balik birokrasi yang sering menjadi sasaran kritik, terdapat jutaan aparatur yang bekerja dalam senyap.
Editor : Fix Sumbar