Potensi Pariwisata Sumbar Pascabencana Dibedah di Batigo Fest Padang

Potensi Pariwisata Sumbar Pascabencana Dibedah di Batigo Fest Padang
Potensi Pariwisata Sumbar Pascabencana Dibedah di Batigo Fest Padang

Ia menyebut ancaman tersebut sebagai "bencana peradaban".

"Bencana peradaban terjadi ketika adab masyarakat mulai memudar. Itu bencana sesungguhnya bagi Sumatera Barat," katanya.

Zuhrizul menyoroti masih adanya perilaku membuang sampah sembarangan di kawasan wisata. Menurutnya, tindakan tersebut merusak citra pariwisata dan bertentangan dengan nilai budaya Minangkabau.

Ia mengajak seluruh pelaku wisata menjaga lingkungan, pelayanan, dan etika dalam mengelola destinasi.

Direktur Eksekutif BPPD Sumbar, Yulviadi Adek, menilai masyarakat perlu memahami realitas hidup berdampingan dengan bencana.

Menurutnya, kondisi geografis Sumbar tidak boleh menghambat aktivitas ekonomi maupun pariwisata.

"Kita harus beradaptasi dan hidup berdampingan dengan bencana. Yang perlu diperkuat adalah literasi kebencanaan," ujarnya.

Ia menilai edukasi kebencanaan berbasis adat dan kearifan lokal perlu diperluas kepada generasi muda.

Pemerhati pariwisata sekaligus ahli geologi, Ade Edward, menilai persepsi negatif menjadi hambatan utama kebangkitan wisata Sumbar.

"Bencana alam bisa selesai dalam hitungan bulan. Namun persepsi negatif bisa bertahan jauh lebih lama," katanya.

Editor : Fix Sumbar
Banner JPS - Bola
Bagikan

Berita Terkait
Terkini