PADANG - Sekolah Menengah Kejuruan Sekolah Menengah Analis Kimia (SMK-SMAK) Padang atau SMAKPA kembali membuktikan kualitas pendidikan vokasi berbasis industri. Dari 261 lulusan Angkatan ke-58 "Astareksa Bumantara" yang dilantik pada Kamis (16/7/2026), sebanyak 153 orang telah terserap ke dunia kerja, perguruan tinggi, hingga program pengembangan kompetensi internasional sebelum prosesi wisuda berlangsung.
Capaian tersebut diraih hanya sekitar dua bulan setelah pengumuman kelulusan pada 4 Mei 2026. Dari total lulusan yang telah terserap, sebanyak 104 orang diterima bekerja di berbagai perusahaan nasional maupun multinasional, 41 orang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dan dua orang memilih meniti jalur kewirausahaan. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses rekrutmen yang masih berlangsung di sejumlah mitra industri.
Kepala SMK-SMAK Padang, Silvania Lorina, S.Si., M.Si., mengatakan tingginya serapan lulusan menjadi bukti nyata keberhasilan penerapan konsep pendidikan vokasi berbasis Link and Match antara sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Menurutnya, melalui program Praktik Kerja Industri (Prakerin) selama dua semester, peserta didik memperoleh pengalaman kerja secara langsung sehingga mampu memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan industri.
"Keberhasilan lulusan bukan hanya diukur dari kelulusan mereka, tetapi dari kepercayaan dunia industri terhadap kompetensi yang mereka miliki. Ketika industri merekrut lulusan kami bahkan sebelum mereka menyelesaikan Praktik Kerja Industri, itulah bukti bahwa Link and Match benar-benar berjalan," ujar Silvania, yang dilantik sebagai Kepala SMAKPA periode 2026-2030 pada 22 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pada Tahun Ajaran 2025/2026, peserta didik menjalani Prakerin di 87 perusahaan, laboratorium, lembaga penelitian, serta instansi pemerintah dan swasta yang tersebar di Sumatera, Kepulauan Riau, hingga Pulau Jawa.Selain itu, pembelajaran diperkuat melalui penerapan sistem pendidikan ganda (Dual System), keterlibatan praktisi industri sebagai Silver Expert, sertifikasi KKNI Level III Kimia Analisis, sertifikasi internasional bersama Hobart Technology Australia, serta sertifikasi TOEIC bagi seluruh lulusan.
"Seluruh program tersebut dirancang agar lulusan memiliki kompetensi akademik, keterampilan praktis, budaya kerja industri, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja," katanya.
Sebagian besar lulusan yang telah bekerja direkrut langsung oleh perusahaan saat menjalani Prakerin. Mereka mengisi berbagai posisi strategis, seperti Quality Control (QC), Quality Assurance (QA), Research and Development (R&D), Analytical Development, Analis Kimia, Analyst Laboratory, hingga Staf Laboratorium.
Lulusan SMAKPA kini bekerja di berbagai perusahaan nasional, di antaranya PT Paragon Technology and Innovation, PT Bintang Toedjoe, PT Lapi Laboratories, PT Samco Farma, PT Cosmar, PT Pratapa Nirmala (Fahrenheit), PT Intertek Utama Services, PT Sucofindo, PT Kimia Farma Tbk, PT Wings Group, PT Alamanda Global Health, PT Fabindo Sejahtera, PT Kehatilab Indonesia, PT Mega Karya Analitika, PT Yarindo Farmatama, serta sejumlah perusahaan lainnya.
Editor : Fix Sumbar