Selain memasuki dunia kerja, sebanyak 41 lulusan diterima di berbagai perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), IPB University, Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, Politeknik AKA Bogor, Politeknik ATI Padang, hingga Nanjing Tech University, Tiongkok.
Prestasi lulusan juga menembus level internasional. Sebanyak 14 lulusan berhasil lolos ke tahap akhir wawancara Program Beasiswa, Pelatihan, dan Kebekerjaan hasil kerja sama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian dengan UC RUSAL, Federasi Rusia. Program tersebut membuka peluang bagi lulusan untuk memperoleh pengalaman industri berstandar internasional sekaligus berkarier di perusahaan global.
Kepercayaan masyarakat terhadap SMAKPA juga terus meningkat. Pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 melalui Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS), tercatat sebanyak 4.960 calon siswa mendaftar, sementara daya tampung sekolah hanya 288 peserta didik. Dengan rasio persaingan sekitar 1:17, SMAKPA menjadi sekolah dengan animo pendaftar tertinggi di lingkungan sekolah vokasi BPSDMI Kementerian Perindustrian.
Sementara itu, Gubernur Sumbar yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK), Suryanto, mengapresiasi kontribusi SMAKPA dalam menyiapkan sumber daya manusia industri yang kompeten dan berdaya saing. Ia bahkan mendorong adanya penambahan kapasitas penerimaan siswa di sekolah tersebut mengingat tingginya minat masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Kementerian Perindustrian akan terus diperkuat untuk memperluas akses pendidikan vokasi industri.
"Apalagi baru-baru ini Gubernur Sumbar, Bapak Mahyeldi Ansharullah, dalam audiensi dengan Kepala SMAKPA dan jajaran mendapatkan respons positif. Pemerintah terus memperkuat sinergi pendidikan vokasi industri," ujar Suryanto.Terpisah, Dalam sambutan secara virtual, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berpesan agar para lulusan percaya diri menghadapi dunia kerja.
"Kinerja kalian tidak akan kalah dari lulusan perguruan tinggi. Kalian harus memastikan setiap pekerjaan dapat dilakukan dengan baik. Kalian adalah orang-orang di balik angka dan proses yang sangat menentukan. Di situlah industri modern yang kuat dibangun. Kalian bukan pelengkap, tetapi salah satu syarat utama kemajuan industri," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPSDMI Kementerian Perindustrian Doddy Rahadi mengingatkan para lulusan agar terus mengembangkan kompetensi yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan serta menjunjung tinggi disiplin dan profesionalisme saat memasuki dunia kerja. (*)
Editor : Fix Sumbar