Ia juga menambahkan bahwa seluruh unit Hunsela sengaja dibangun di atas lahan yang clean and clear atau tidak memiliki persoalan status kepemilikan. Hal ini dilakukan demi mempermudah proses transisi dan pembangunan Huntap di masa mendatang.
"Hingga pertengahan 2026 ini, kita bersama-sama telah membangun sebanyak 38 unit Hunsela secara bertahap sebagai hunian transisi bagi penyintas bencana hidrometeorologi. Hunsela tidak hanya menjadi tempat tinggal sementara, tetapi juga simbol kepedulian dan semangat gotong royong, dengan harapan seluruh penyintas nantinya dapat kembali memiliki hunian permanen yang aman dan layak," pungkas Mairawita.Baca juga: Kukuh Priyo Taruno Lanjutkan Estafet Dirlantas Polda Sumbar, Siap Perkuat Kemitraan dengan Pers
Acara peresmian ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Ketua Yayasan Unbrah Hj. Maizarnis, Rektor Unbrah Musliar Kasim, Sekretaris Universitas Andalas (Unand) Aidinil Zetra, Dekan FMIPA Unand Mai Efdi, Wakil Ketua Umum DPP IKA Unand Hary Efendi Iskandar, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Raju Minropa, sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemko Padang, para donatur, serta elemen masyarakat Kelurahan Lambung Bukit. (*)
Editor : Fix Sumbar