Perubahan signifikan lain yang dihadirkan FFI ada pada mekanisme promosi menuju Professional Futsal League 2 (PFL 2). Pemegang gelar juara nasional LFN tidak lagi otomatis meraih tiket promosi langsung, melainkan harus melewati tahapan verifikasi kelayakan klub terlebih dahulu.
Skema struktur kompetisi futsal nasional saat ini terbagi menjadi tiga tingkatan utama, yaitu PFL 1, PFL 2, dan Liga Futsal Nusantara. Sistem verifikasi diberlakukan untuk memastikan kesiapan finansial dan manajerial klub sebelum melangkah ke liga profesional.
"Tim yang menjadi juara LFN di tingkat nasional tidak otomatis promosi ke PFL 2. Mereka akan diberikan kesempatan untuk mengikuti verifikasi PFL 2. Jika hasil verifikasi dinyatakan layak, barulah tim tersebut promosi dan menambah kuota PFL 2 yang rencananya diperluas dari delapan menjadi 10 tim," kata Vembi.
Proses verifikasi tersebut mencakup lima hingga enam aspek utama, dengan fokus terbesar pada stabilitas keuangan klub. Tim peserta wajib menyerahkan deposit dana serta membuktikan transparansi finansial yang berkelanjutan.
"Salah satu aspek utama dalam verifikasi adalah finansial. Tim yang mengikuti verifikasi harus menyetorkan deposit senilai kurang lebih Rp150 juta dan memiliki kekuatan finansial yang jelas, baik dari pendapatan mandiri, kekuatan pemilik klub, maupun jaminan sponsorship," terangnya.Guna meningkatkan profesionalisme tata kelola klub di Sumatra Barat dan seluruh Indonesia, pendaftaran LFN 2026 kini terintegrasi secara digital melalui sistem Sistem Informasi dan Administrasi PSSI/FFI (SIAP). Konsekuensi dari penggunaan sistem ini adalah seluruh klub peserta diwajibkan memiliki status hukum yang sah.
"Saat ini pendaftaran seluruh provinsi di Indonesia sudah wajib menggunakan sistem SIAP. Artinya, seluruh klub yang berlaga di LFN 2026 wajib berbadan hukum secara legal. Kami berharap tim wakil Sumatra Barat nantinya mampu menunjukkan performa terbaik dan lolos hingga tingkat nasional," pungkas Vembi. (*)
Editor : Fix Sumbar