Langkah tersebut bertujuan agar siswa dapat secara langsung mempraktikkan pengelolaan uang tabungan, memahami alur pengeluaran, serta mempelajari nilai waktu dari uang (time value of money) demi membangun investasi aset masa depan sejak dini.
Inisiatif ini mendapat sambutan hangat serta apresiasi tinggi dari pemerintah daerah setempat. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Sumatera Barat, Budi Hermawan, menyatakan pihak Dinas Pendidikan siap mendukung dan memfasilitasi langkah progresif ini.
"Kami menyambut luar biasa dan mengapresiasi SKKK Padang yang telah memprakarsai peresmian Galeri Investasi ini. Ini adalah sarana yang sangat baik bagi anak-anak untuk belajar secara digital. Kami berharap fasilitas ini dikelola dengan baik dan terus melahirkan prestasi," tutur Budi Hermawan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat, Roni Nazra, mengungkapkan bahwa pendirian peresmian GID di SKKK Padang ini merupakan hasil dari proses persiapan yang matang.
Ia menyoroti pentingnya penyiapan mental dan literasi generasi muda menghadapi pergeseran lanskap ekonomi masa depan yang serba digital."Pasar modal ke depan akan menjadi salah satu instrumen utama sumber pendanaan. Peran konvensional secara perlahan akan digantikan oleh pasar modal. Melalui galeri interaktif ini, anak-anak akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi digital, sekaligus teredukasi dari hal-hal negatif. Hasil akhir yang kita harapkan, galeri ini menjadi ruang belajar cerdas untuk mengelola keuangan dan mengambil keputusan secara bijak," ungkap Roni Nazra.
Acara peluncuran tersebut disempurnakan dengan pelantikan struktur pengurus gerai Galeri Investasi Digital (GID) BEI Yayasan Kalam Kudus Padang. Rangkaian kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus yayasan, perwakilan instansi terkait, para orang tua siswa, serta para tamu undangan lainnya. (*)
Editor : Fix Sumbar