PADANG - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Padang terus melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan lingkungan serta saluran drainase perumahan pada Kamis (3/9/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan infrastruktur di kawasan permukiman warga.
Kepala Dinas Perkim Kota Padang, Tri Hadiyanto, menyampaikan bahwa realisasi pembangunan pada tahun 2025 lalu berhasil melampaui target yang ditetapkan. Pembangunan jalan lingkungan yang ditargetkan sepanjang 14 kilometer berhasil terealisasi hingga 15,13 kilometer, sedangkan pembangunan saluran drainase dari target 2 kilometer berhasil merealisasikan 5,505 kilometer.
"Untuk tahun 2025, target pembangunan jalan lingkungan adalah 14 kilometer dan terealisasi 15,13 kilometer. Artinya, realisasi tersebut melebihi target yang telah ditetapkan," ujar Tri Hadiyanto.
Selain pembangunan baru, Dinas Perkim juga melaksanakan pemeliharaan saluran drainase. Pada tahun 2025, pemeliharaan drainase lingkungan dengan lebar di bawah 60 sentimeter ditargetkan sepanjang 0,4 kilometer dan terealisasi sepanjang 0,55 kilometer.
Memasuki tahun 2026, sejumlah kegiatan pembangunan dan pemeliharaan masih terus berlangsung. Untuk jalan lingkungan, Dinas Perkim menargetkan pembangunan sepanjang 17,8 kilometer dan pemeliharaan sepanjang 5,3 kilometer. Sementara itu, pembangunan saluran drainase baru ditargetkan sepanjang 1 kilometer dan pemeliharaan drainase sepanjang 2,1 kilometer.
"Kegiatan tahun 2026 masih berlangsung. Untuk jalan lingkungan, target pembangunan 17,8 kilometer dan pemeliharaan 5,3 kilometer. Sedangkan drainase, pembangunan baru ditargetkan 1 kilometer dan pemeliharaan 2,1 kilometer," tambahnya.Tri menjelaskan, berdasarkan data kondisi infrastruktur saat ini, sebanyak 76 persen jalan lingkungan di Kota Padang berada dalam kondisi baik, 3 persen rusak ringan, dan 21 persen rusak berat. Untuk saluran drainase, sebanyak 59 persen berada dalam kondisi baik, 22 persen rusak ringan, dan 19 persen rusak berat. Kebutuhan pengerjaan ini dipengaruhi oleh perkembangan kawasan permukiman yang terus bertambah.
"Jalan dan drainase di kawasan permukiman terus bertambah seiring berkembangnya kawasan permukiman baru. Permukiman yang baru dibangun pada umumnya membutuhkan penanganan terhadap jalan dan drainase lingkungannya," ucapnya. (*)
Editor : Fix Sumbar