Suara Perantau Yang Terabaikan Di Kampung Halaman

Suara Perantau Yang Terabaikan Di Kampung Halaman
Suara Perantau Yang Terabaikan Di Kampung Halaman

Kampung halaman bukan milik segelintir orang. Masa depannya bukan hak eksklusif kelompok tertentu. Setiap warga yang memiliki kepedulian dan hak yang sah harus mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi.

Karena itu, kami menyerukan keterbukaan, transparansi, dan keberanian untuk mengevaluasi setiap kebijakan demi kepentingan bersama. Bukalah ruang musyawarah. Dengarkan aspirasi. Jawab kritik dengan argumentasi, bukan dengan stigma. Nilailah gagasan berdasarkan manfaatnya, bukan berdasarkan siapa yang menyampaikannya.

Jangan hanya memanggil kami ketika membutuhkan kontribusi. Libatkan kami ketika keputusan tentang masa depan kampung halaman dibuat!

Kami tidak ingin menjadi penonton di tanah kelahiran sendiri. Kami tidak ingin kepedulian diperlakukan sebagai gangguan. Kami ingin menjadi bagian dari perubahan, dengan cara yang bermartabat, terbuka, dan bertanggung jawab.

Hari ini, suara ini kami tegaskan: kami tetap peduli, kami berhak menyampaikan aspirasi, dan kami tidak akan berhenti mengingatkan selama masih ada persoalan yang perlu diperbaiki.

Kami boleh jauh secara geografis, tetapi tidak pernah menyerahkan kepedulian kami terhadap kampung halaman.

Jangan abaikan suara perantau. Jangan remehkan gagasan mereka. Jangan tutup pintu bagi mereka yang ingin ikut membangun.

Kampung halaman bukan milik mereka yang paling berkuasa, melainkan tanggung jawab bersama semua pihak yang mencintainya.

Saatnya berhenti mengabaikan. Saatnya membuka ruang. Saatnya membangun bersama!

Oki Parlin

Editor : Fix Sumbar
Banner JMSI 2026Banner - Berita Duka Bpk Azwar
Bagikan

Berita Terkait
Terkini