Mengapa Banjir Terus Berulang di Padang? Ini Penjelasan Pakar Unand

Mengapa Banjir Terus Berulang di Padang? Ini Penjelasan Pakar Unand
Mengapa Banjir Terus Berulang di Padang? Ini Penjelasan Pakar Unand

Perubahan tersebut dapat berkaitan dengan erosi, endapan banjir, ataupun aktivitas penggunaan lahan.

Karena itu, Dian menilai penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan hubungan antara kondisi lingkungan hulu dan banjir yang kembali terjadi.

Analisis perlu mencakup perubahan tutupan lahan, karakteristik tanah, curah hujan, serta dinamika sedimen.

Pengelolaan DAS dan Peringatan Dini

Dian mendorong penanganan banjir melalui pengelolaan DAS secara menyeluruh. Pemeriksaan kapasitas sungai, kestabilan tebing, kondisi jembatan, dan titik pertemuan anak sungai menjadi langkah penting.

Di kawasan hulu, perlindungan vegetasi dan pengendalian aktivitas pada lereng rentan perlu diperkuat.

Sementara itu, pemerintah perlu mempertimbangkan karakteristik dataran banjir dalam penataan ruang kawasan hilir.

Dian juga menekankan pentingnya sistem peringatan dini berbasis curah hujan dan tinggi muka air sungai. Integrasi DEMNAS, data hujan satelit Global Precipitation Measurement (GPM), citra Sentinel-2, dan pengamatan lapangan dapat membantu mengidentifikasi kawasan rawan.

Meski banjir berulang meningkatkan kewaspadaan, probabilitas kejadian berikutnya tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan riwayat banjir. Perhitungan tersebut memerlukan data hujan dan debit jangka panjang serta pemodelan hidrologi dan hidraulika.

“Banjir mungkin tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, tetapi kerusakan dan korban akibat banjir bukan sesuatu yang harus terus berulang tanpa upaya pencegahan,” tulis Dian.

Editor : Fix Sumbar
Banner JMSI 2026Banner - Berita Duka Bpk Azwar
Bagikan

Berita Terkait
Terkini