Mengapa mengambil tema "Pers untuk Publik” karena menurut Retno Pinasti, belakangan ini banyak muncul keraguan publik terhadap integritas pers arus utama.
“Ini banyak dibicarakan di sosial media. Padahal di tengah badai disinformasi, badai opini, peran pers justru harus menjadi semakin krusial, karena sebagai verifikator untuk mengecek informasi mana yang sesuai fakta, informasi mana yang hoaks,” kata Pemimpin Redaksi SCTV dan Indosiar itu.
Retno berharap, semua pihak terkait dapat saling support dan bersama-sama menjaga kelangsungan pers berkualitas dan pers yang kredibel.
Melalui FP Run for Good Journalism, Forum Pemred ingin menjangkau sebanyak mungkin, menyerap aspirasi masyarakat. Termasuk apa harapan masyarakat dan hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki dari pers Indonesia di era sekarang.
Retno Pinasti menambahkan, menjaga keberlanjutan media massa, saat ini memerlukan stamina dan konsistensi yang kuat, mirip dengan filosofi olahraga lari.
Ajang Fun Run ini menjadi perwujudan fisik dari komitmen kolektif para insan pers tanah air untuk terus mengawal produk jurnalistik yang berintegritas.
Ketua Panitia FP Run for Good Journalism 2026 Masirom mengatakan, jumlah peserta yang ikut dalam kegiatan ini sebanyak 500 orang. Terdiri dari para pemimpin redaksi media massa nasional, komunitas pers, masyarakat umum dan stake holder terkait.Dalam kegiatan tersebut, Forum Pemred juga menyampaikan tali asih untuk lima keluarga jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Anak Gunung Krakatau, September 2026 lalu.
Tali asih ini diberikan Forum Pemred sebagai bentuk kepedulian kepada sesama rekan jurnalis.
Forum Pemred juga menyerahkan hadiah-hadiah untuk para pemenang Fun Run. Yaitu, kepada pelari tercepat sekaligus tertepat, pemenenang Best Costume, dan pemenang Tim Best Cheering. (*)
Editor : Fix Sumbar