Hebat, Edriana jadi Perempuan Pertama Pimpin IKASMA 2 Padang

Hebat, Edriana jadi Perempuan Pertama Pimpin IKASMA 2 Padang
Hebat, Edriana jadi Perempuan Pertama Pimpin IKASMA 2 Padang

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya menempatkan kepentingan organisasi di atas perbedaan selama proses pemilihan.

Bagi organisasi alumni dengan anggota yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, persatuan bukan sekadar slogan. Jaringan alumni dapat menjadi modal untuk memperluas kolaborasi, memperkuat hubungan lintas angkatan, serta membuka ruang kontribusi bagi almamater dan masyarakat.

Karena itu, kepemimpinan baru dihadapkan pada pekerjaan penting: memastikan seluruh alumni tetap memiliki ruang untuk berpartisipasi, terlepas dari pilihan mereka dalam Mubes.

Rangkul Almustasar, Siapkan Kepengurusan yang Lebih Inklusif

Langkah awal Edriana setelah terpilih adalah menyusun kepengurusan bersama tim formatur lainnya.

Direktur PT Anugerah Jaya Jakarta Modern School tersebut menyatakan akan membuka ruang bagi alumni yang dinilai memiliki potensi dan komitmen untuk mendukung keberlanjutan organisasi, terutama dari kalangan angkatan muda.

Menurutnya, pembentukan kepengurusan menjadi prioritas sebelum merumuskan program kerja untuk lima tahun mendatang.

"Setelah pekerjaan ini rampung, baru kita berpikir bicara kegiatan atau program yang akan kita laksanakan selama periode kepengurusan kami," ujarnya.

Salah satu langkah yang diusulkan Edriana untuk memperkuat kebersamaan adalah mengajak Almustasar Amir, yang menjadi pesaingnya dalam pemilihan, untuk mengisi posisi Ketua Harian.

Edriana menjelaskan, usulan tersebut berkaitan dengan kebutuhan menjaga kelancaran organisasi. Domisilinya di Jakarta serta kesibukan sehari-hari membuatnya memandang perlu adanya figur yang dapat membantu memastikan roda organisasi tetap berjalan.

Editor : Fix Sumbar
Banner Ultah Golkar 20
Bagikan

Berita Terkait
Terkini