"Almustasar saya harapkan menjadi mata dan telinga saya selama berada di Jakarta. Roda organisasi alumni harus terus berjalan, jangan tergantung pada satu orang saja. Mari kita berorganisasi secara modern," katanya.
Usulan itu memperlihatkan arah pendekatan yang ingin dibangun Edriana: kepemimpinan yang tidak hanya bertumpu pada ketua, tetapi juga ditopang pembagian peran, kerja bersama, dan keterlibatan banyak pihak.
Meski demikian, efektivitas pendekatan tersebut nantinya akan ditentukan oleh proses pembentukan kepengurusan, pembagian tanggung jawab yang jelas, serta kemampuan seluruh unsur organisasi bekerja menuju tujuan yang sama.
Momentum Memperkuat Peran Alumni
Terpilihnya Edriana membuka babak baru bagi IKASMA 2 Padang. Tantangannya bukan semata menjalankan agenda organisasi, melainkan membangun kepercayaan dan menjaga hubungan antarangkatan setelah proses pemilihan yang berlangsung ketat.
Keterlibatan alumni muda, penguatan komunikasi lintas angkatan, serta pemanfaatan jaringan alumni di dalam dan luar negeri dapat menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi organisasi.Pada akhirnya, keberhasilan seorang ketua alumni tidak hanya diukur dari proses pemilihannya, tetapi juga dari kemampuannya merangkul mereka yang berbeda pilihan, membangun kepengurusan yang solid, dan menghadirkan manfaat nyata bagi anggota maupun almamater.
Ajakan Edriana untuk kembali bersatu kini menjadi pekerjaan bersama. Sebab, organisasi alumni yang kuat tidak dibangun oleh satu orang atau satu angkatan, melainkan oleh kesediaan seluruh anggotanya untuk berkontribusi.
Dari ruang musyawarah hingga kepengurusan baru, satu hal yang perlu dijaga adalah semangat kekeluargaan. Perbedaan pilihan telah menjadi bagian dari proses demokrasi; langkah berikutnya adalah membuktikan bahwa kebersamaan tetap menjadi kekuatan IKASMA 2 Padang.
Dalam rangkaian Mubes VI tersebut, Bang Yudel dari angkatan 1984 tercatat sebagai penerima sepeda listrik dari Edriana. (*)
Editor : Fix Sumbar