Tapi sekarang setelah dikelola PDAM air tersebut mulai tidak terawat dan air sudah sering mati , karena juga dialirkan ke tempat lain tanpa memperhitungan debit air dengan cermat."Begitu juga irigasi provinsi sudah banyak yang rusak dan dana Provinsi untuk perbaikan beberapa Irigasi di Guguk hampir bisa dikatakan tidak pernah turun lagi setelah Bachtul tidak duduk lagi sebagai anggota DPRD Sumbar," ujar Musril.
Menurut pantauan media , Bachtul ketika duduk sebagai anggota DPRD Propinsi memang dikenal wakil rakyat yang gigih memperjuangkan daerah pemilihannya, baik untuk Solok Raya maupun daerah Pesisir Selatan yg ketika dulu masih tergabung dalam satu Dapil tempat Bachtul dicalonkan dulu.Ada ratusan milyar rupiah dana APBD Propinsi berhasil digaet Bachtul untuk Daerah Pemilihannya Solok Raya dan Kab Pesisir Selatan waktu itu, baik yang dia lakukan sendiri maupun juga atas bantuan teman temannya sesama anggota DPRD Sumbar.
Sebut saja perkuatan tebing sungai Batang Lembang di daerah Sumani kab Solok yg menelan biaya hampir 30 Milyar, Perkuatan Tebing Batang Lembang Kota Solok disamping lapangan Merdeka sebagai bagian program Penataan Kawasan RTH pusat kota sebesar Rp 7 Milyar. Perkuatan Tebing Batang Lembang di Galanggang Batuang Kota Solok Rp 750 juta.Sementara beberapa Irigasi di Solok juga menikmati sentuhan perjuangan Bachtul dari APBD Propinsi.
Di antaranya Irigasi Banda Laweh Sirukam senilai Rp 30 Milyar melalui skema tahun jamak dan lebih Rp 5 Milyar melalui melalui skema tahun tunggal.Termasuk perbaikan Irigasi Sapan Kayumanang Surian Kab Solok, yg mendapat kucuran APBD Propinsi hampir Rp 15 Milyar Rupiah.
Menurut tokoh masyarakat kecamatan Pantai Cermin, akrab disapa Mak Achai, proyek tersebut merupakan proyek terbesar nilainya yang mampir di nagarinya sepanjang sejarah."Hampir sepuluh tahun terakhir Irigasi Sapan Kayumanang tidak pernah mendapat perbaikan, tapi gigihnya Pak Bachtul sebagai Anggota DPRD Sumbar waktu itu, dana belasna milyar pun dianggarakan di APBD Sumbar kala itu," ujar Mak Achai.
Tidak hanya Infrastruktur, selama duduk di DPRD Sumbar pada 2004-2014, Bachtul juga berhasil memperjuangkan pendirian 3 buah SMA baru di kabupaten Solok di antaranya SBI yang sekarang berubah nama menjadi SMA 2 Sumatra Barat. Kemudian SMA 2 Lembang Jaya dan SMA Sariak Alahan Tigo di kecamatan Hliiran Gumanti.Di Solok Selatan Bachtul tercatat memperjuangkan pembangunan Jembatan Talaok sekitar Rp 3,5 Milyar dan perkuatan beberapa tebing Sungai yg anggaran milyaran tupiah.Sementara untuk Kabupaten Pesisir Selatan, perjuangan Bachtul yang paling fenomenal adalah pembangunan Embung Ampiang Parak kecamatan Sutera yg menelan biaya hampir Rp 18 Milyar dari APBD Propinsi, di luar anggaran saluran irigasi yg kabarnya juga menelan biaya puluhan milyar rupiah.Embung Ampiang Parak mempunyai genangan hampir 22 Ha. Yang menjadikannya termasuk sebagai Embung terbesar di Sumatra Barat.
Keberhasilan pembangunan Embung ini kabarnya membuat ingatan masyarakat Ampiang Parak tetap lekat kepada Bachtul sampai saat ini.Mencermati sebagian yang dilakukan dan diperjuangkan Bachtul ketika duduk di DPRD Propinsi untuk masyarakat dan konstituennya, seperti tergambar di atas banyak pemerhati politik menyebut wajar masyarakat Solok Raya' meliputi kabupaten Solok , Kota Solok dan Kabupaten Solok Selatan bergembira menyambut Pencalonan Bachtul oleh Partai Gerindra.
Sekaligus merindukan Bachtul untuk duduk kembali di DPRD Propinsi. Dan tidak berlebihan jika ada memuji dan menganggap bahwa pencalonan Bachtul oleh Partai Gerindra merupakan langkah yang tepat.Bahkan hampir satu nada para pemerhati politik di berbagai kampus di Padang mengatakan Gerindra beruntung memiliki Caleg dengan reputasi seperti Bachtul, karena akan sangat bermanfaat untuk mendukung Gerindra menggapai target dua kursi di Dapil Sumbar 7 atau Dapil Solok Raya.(***)
Editor : Fix Sumbar