Berdasarkan data, jumlah kelas menengah di Indonesia turun drastis dari 57,33 juta pada 2019 menjadi 48,27 juta pada 2023.
"Kelas menengah adalah motor utama konsumsi domestik. Kebijakan seperti kenaikan PPN, pemungutan Tapera, dan cukai tambahan justru memperburuk penurunan jumlah kelas menengah," ujarnya.
Baca juga: Zigo Rolanda Tinjau Program PHTC di Solok Selatan, Dorong Percepatan Infrastruktur Pendidikan
Nevi mengusulkan alternatif lain untuk meningkatkan penerimaan negara, seperti memperluas basis pajak, menekan penghindaran pajak, dan efisiensi anggaran.
Ia juga mendorong pemerintah untuk membuka dialog partisipatif dengan masyarakat guna menciptakan kebijakan pajak yang adil dan inklusif."Pajak adalah instrumen penting, tetapi kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas. Kita harus memastikan setiap kebijakan benar-benar membawa manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia," tutup Nevi Zuairina. (***)
Editor : Redaksi

