JAKARTA - PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) memperkuat layanan bisnis perhotelan dengan menjalin kerja sama pengelolaan enam hotel dengan Hotel Indonesia Natour (HIN), bagian dari grup InJourney.
Penandatanganan kesepakatan operatorship tersebut berlangsung di Saphire Precious Lounge Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta.
Hadir dalam acara tersebut Direktur Utama IAS, Budi Setyawan Wijaya, Direktur Komersial IAS, Muchdian Muchlis, serta Direktur Utama HIN, Christine Hutabarat dan Direktur Operasi HIN, Peter Alexander Fritz, beserta jajaran direksi dari kedua entitas.
Direktur Utama IAS, Budi Setyawan Wijaya, mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari langkah strategis dalam meningkatkan performa bisnis dan valuasi aset hotel yang berada di bawah IAS Property dan IAS Support.
Menurutnya, penunjukan HIN sebagai operator didasarkan pada kesesuaian kompetensi inti dan lini bisnis perusahaan dalam pengelolaan perhotelan.
“Kami berharap setelah kerja sama ini ditandatangani, keenam hotel dapat dikelola semakin baik dan berkualitas. Kami percaya HIN mampu mewujudkan hal tersebut,” ujar Budi dalam keterangan yang diterima, Selasa (28/4/2026).Ia menambahkan, kolaborasi ini juga sejalan dengan program streamline yang tengah dijalankan Danantara Aset Manajemen untuk meningkatkan efisiensi dan sinergi antar entitas BUMN.
Sementara itu, Direktur Utama HIN, Christine Hutabarat, menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menilai langkah kolaboratif ini dapat mendorong peningkatan valuasi bisnis serta memperkuat pengelolaan aset BUMN secara terintegrasi.
“Kerja sama ini harus dilakukan dengan semangat gotong royong untuk mewujudkan pengelolaan BUMN yang berdampak bagi negara dan masyarakat,” ujarnya.
Christine mengungkapkan, saat ini HIN telah mengelola 176 hotel berbintang yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan tambahan enam hotel dari IAS, jumlah tersebut akan meningkat menjadi 182 unit.
Editor : Fix Sumbar