Rendang Bukan Hanya Kuliner, Juga Mampu Menyatukan Bangsa

1.000 Bhayangkari dari jajaran Polda Sumbar memasak randang di 100 tungku untuk memecahkan rekor MURI, Minggu (22/6/2025), di Jalan Sudirman, Padang. (Foto: Ist)
1.000 Bhayangkari dari jajaran Polda Sumbar memasak randang di 100 tungku untuk memecahkan rekor MURI, Minggu (22/6/2025), di Jalan Sudirman, Padang. (Foto: Ist)

Budaya sebagai Tali Pengikat

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Dra. Susmelawati Rosya, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar mengincar piagam rekor, tapi juga meneguhkan peran Bhayangkari dalam pelestarian budaya lokal.

Lebih dari Sekadar Kegiatan Kuliner

Randang massal ini hanyalah satu bagian dari peta besar transformasi sosial yang digagas Irjen Gatot di tubuh Polda Sumbar. Dalam masa kepemimpinannya, ia menginisiasi berbagai program berbasis nilai religius dan pendekatan sosial yang inklusif, antara lain:

  • Gerakan Subuh Berjamaah di seluruh jajaran Polres
  • Program Khatam Al-Qur’an Polri se-Sumbar
  • Zero Tawuran dan Zero Balap Liar
  • Pembentukan Komunitas “Sahabat Kapolda” di setiap daerah

Program-program ini terbukti efektif dalam memperkuat kedekatan polisi dengan masyarakat, serta menumbuhkan citra Polri sebagai pelindung yang hadir dengan wajah ramah dan membumi.

Marandang: Ritual, Identitas, dan Perekat Sosial

Randang bukan sekadar makanan. Ia adalah lambang kesabaran, keharmonisan, dan proses panjang yang mencerminkan filosofi hidup orang Minang. Memasaknya butuh ketelatenan, seperti halnya membangun kepercayaan antara institusi dan rakyat.

Melalui marandang massal ini, Kapolda Sumbar mengajak masyarakat untuk menafsirkan ulang nilai-nilai tersebut dalam konteks kehidupan modern: gotong royong, persatuan, dan kebanggaan atas warisan budaya

Polda Sumbar Cetak Sejarah, Randang Menyatukan Bangsa

Tanggal 22 Juni 2025 akan tercatat dalam sejarah, bukan hanya sebagai peringatan Hari Bhayangkara, tetapi sebagai hari di mana randang menyatukan ribuan orang dari berbagai latar belakang dalam semangat yang sama: cinta akan budaya, kebersamaan, dan kebanggaan terhadap Sumatera Barat.

Ketika tungku-tungku menyala dan asap randang perlahan menyelimuti pagi Padang, di sanalah tergurat harapan bahwa kebudayaan bisa menjadi jalan untuk mempersatukan, memuliakan, dan membangun Indonesia yang lebih manusiawi. (***)

Editor : Redaksi
Banner Komintau - MenteriBanner KI sumbarBanner Nevi - HajiBanner Rahmat Hidayat - Hari BuruhBanner Rahmat Saleh - Pers
Bagikan

Berita Terkait
Terkini