PADANG - Dunia literasi kembali mendapatkan kahar menggembirakan. Seorang seorang dosen, trainer, penulis, pelatih pembina pramuka, sekaligus pegiat literasi, Doktor Candrianto, Dosen Politeknik ATI Padang, berhasil meraih penghargaan sebagai Penulis Buku Tunggal dan Pegiat Literasi atas dedikasinya yang konsisten dalam menulis serta mengembangkan budaya membaca di tengah masyarakat.
Penghargaan dan penganugerahan ini diberikan dalam sebuah acara resmi yang diselenggarakan oleh Pegiat Literasi Sumatera Barat, dihadiri oleh unsur pemerintahan, akademisi, pegiat literasi, guru, pelajar, hingga komunitas membaca.
Sebagai seorang dosen, trainer dan instruktur, selain itu juga aktif menulis, ia juga menginisiasi berbagai kegiatan literasi seperti seminar, workshop, hingga pelatihan bagi pelajar, mahasiswa, guru, pelaku usaha hingga komunitas masyarakat. Kegiatan ini membuktikan bahwa literasi bukan hanya sebatas aktivitas membaca dan menulis, melainkan gerakan besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Dalam kiprahnya, Doktor Candrianto telah menulis sejumlah karya yang mengangkat tema motivasi berupa Achievement Motivation Training, Kepemimpinan, dan Pengembangan Diri serta buku-buku ber ISBN yang banyak digunakan di kalangan perguruan tinggi, mahasiswa dan praktisi di lapangan seperti Standardisasi Produk Pangan, Pengenalan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Kewirausahaan Suatu Pengantar, Kepuasan Pelanggan, Ekonomi Teknik, Keselamatan dan Kesehatan Kerja Logistik, K3 dan Lingkungan, Book Chapter Rencana, Implementasi, dan Evaluasi Menuju Hilirisasi Industri di Indonesia, Produk Frozen Food Makanan Khas Kota Padang Panjang. Manajemen Pendidikan, Green Human Resource Management dan Pengantar Teknik Industri.
Dalam sambutannya, Doktor Candrianto menyampaikan rasa syukur dan dedikasinya atas penghargaan yang diraih. "Literasi adalah cahaya peradaban. Menulis bukan sekadar menorehkan kata, tetapi menitipkan nilai, ilmu, dan harapan untuk generasi mendatang. Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh pejuang literasi, guru, pustakawan, dan komunitas yang terus berjuang menumbuhkan budaya baca di negeri ini," ungkapnya.
la juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda. "Jika anak muda gemar membaca dan menulis, maka bangsa ini tidak hanya cerdas, tetapi juga kreatif dan berdaya saing. Semoga literasi menjadi gaya hidup, bukan hanya sekadar hobi," katanya, dalam keterangan yang diterima, Minggu (24/8/2025).Menurut Eka Tresia, S.Pd.M.Pd, Ketua Pegiat Literasi Sumatera Barat, dalam sambutannya menyatakan. bahwa penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi Candrianto dalam menghidupkan ekosistem literasi.
"Kami melihat rekam jejak beliau sangat luar biasa, baik sebagai penulis buku tunggal maupun sebagai penggerak literasi di berbagai forum. Penghargaan ini diharapkan. memicu lahirnya semakin banyak pegiat literasi yang konsisten berkontribusi untuk bangsa," ujar perwakilan penyelenggara.
Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi penulis lain, juga masyarakat hias, agar terus menumbuhkan minat baca dan menulis. Literasi menjadi kunci dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan berdaya saing. Acara penghargaan dan penganugerahan ditutup dengan penyerahan sertifikat dan apresiasi kepada para penerima, serta penandatanganan komitmen bersama. untuk terus mengembangkan gerakan literasi nasional. (*)
Editor : Fix Sumbar


