World CleanUp Day, Plogging Jadi Tren Olahraga Sekaligus Aksi Peduli Lingkungan

Teks Foto : Aktivitas plogging, olahraga lari atau jalan kaki sambil memungut sampah di sepanjang rute yang dilalui. IST
Teks Foto : Aktivitas plogging, olahraga lari atau jalan kaki sambil memungut sampah di sepanjang rute yang dilalui. IST

PADANG - World CleanUp Day kembali menjadi momentum global dalam mengampanyekan kepedulian terhadap lingkungan. Salah satu aktivitas yang kini mendunia adalah plogging, yaitu olahraga lari atau jalan kaki sambil memungut sampah di sepanjang rute yang dilalui.

Owner Green Tourism Institute (GTI) Ridwan Tulus menyampaikan, gerakan ini pertama kali dipopulerkan oleh Paul Sedaris dari Swedia pada 2016 dan sejak itu berkembang pesat di berbagai kota besar dunia. Namun, ide serupa sejatinya telah hadir lebih awal di Kota Padang pada awal 2000-an.

Saat itu, West Sumatra Walking Association bersama sumatraandbeyond.co menggagas aksi “Clean the City by Walking” serta “Clean the Beach by Walking” sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi kebersihan kota.

Ridwan Tulus mengatakan, program ini mengajak wisatawan maupun masyarakat lokal untuk berjalan kaki sembari memungut sampah, sehingga selain berolahraga juga berkontribusi menjaga lingkungan.

"Aktivitas tersebut sejalan dengan konsep Green Tourism yang terus digaungkan di Sumbar," katanya, Sabtu (20/9/2025).

Kota Padang sendiri pernah menyandang predikat sebagai kota terbersih di Indonesia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, tantangan pengelolaan sampah kembali muncul.

Harapannya, di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran, citra kota bersih dapat dikembalikan, bahkan menjadi salah satu ikon kebersihan dunia.

World CleanUp Day menjadi momentum penting bagi masyarakat Padang, Sumbar dan Indonesia secara keseluruhan untuk meningkatkan kesadaran bersama. Dengan menggabungkan gaya hidup sehat dan peduli lingkungan, aksi plogging dapat menjadi gerakan nyata dalam menjaga bumi tetap hijau. (*)

Editor : Fix Sumbar
Bagikan

Berita Terkait
Terkini