PADANG - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Barat (Sumbar) resmi meluncurkan Program Pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Berbasis Pesantren bagi seluruh lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan) di lingkungan Kanwil Ditjenpas Sumbar.
Peluncuran program yang dipusatkan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Padang tersebut merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama (PKS) yang sebelumnya telah disepakati antara Kanwil Ditjenpas Sumbar dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumbar.
Sebanyak 645 warga binaan dari 23 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Sumbar tercatat sebagai peserta awal program. Kegiatan launching dilaksanakan secara terpusat di Rutan Kelas IIB Padang, sementara UPT lainnya mengikuti secara daring.
Mengusung tema "Membangun Karakter, Menguatkan Keimanan, Mewujudkan Warga Binaan yang Berakhlakul Karimah", program tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan melalui pendekatan keagamaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Melalui program berbasis pesantren, warga binaan diharapkan dapat memperdalam pemahaman agama, meningkatkan kualitas ibadah, serta membangun kesadaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Pembinaan ini juga diharapkan mampu membentuk karakter yang religius, berakhlak mulia, dan memiliki bekal moral serta spiritual sebagai persiapan kembali ke tengah masyarakat setelah menjalani masa pidana.Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumbar, Kunrat Kasmiri, menegaskan bahwa seluruh lapas dan rutan di wilayahnya harus mampu menghadirkan pembinaan keagamaan yang memberikan dampak nyata terhadap perubahan perilaku warga binaan.
"Seluruh Lapas dan Rutan harus mampu menghadirkan pembinaan keagamaan yang terstruktur, berkesinambungan, dan memberikan dampak nyata terhadap perubahan perilaku warga binaan, sehingga tujuan pemasyarakatan untuk membentuk manusia yang menyadari kesalahan, memperbaiki diri, tidak mengulangi tindak pidana, serta dapat kembali ke masyarakat dapat terwujud," ujar Kunrat Kasmiri. (*)
Editor : Fix Sumbar