Sementara itu, Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini menjadi peluang besar bagi generasi muda dan pelaku UMKM untuk berkembang di era digital.
“Kota Pariaman memiliki keunikan yang harus kita sampaikan ke publik luas. Melalui pelatihan ini, saya berharap lahir pengiklan, fotografer, dan jurnalis profesional dari daerah ini,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya etika dalam bermedia, baik sebagai pengiklan maupun jurnalis.
“Kalau ingin masuk ke media sosial, mari menjadi pengiklan yang baik. Kalau ingin menjadi jurnalis, sampaikan kritik dengan cara yang baik,” katanya.
Menurutnya, perkembangan media sosial membuka peluang ekonomi baru yang dapat dimanfaatkan generasi muda.
“Hari ini pekerjaan tidak selalu konvensional. Dengan kreativitas digital, kita bisa membanggakan diri, keluarga, dan daerah, sekaligus menghasilkan secara ekonomi,” katanya.Yota Balad berharap pelatihan ini mampu mendorong UMKM naik kelas dan memperluas jangkauan promosi Kota Pariaman ke tingkat nasional hingga internasional.
“Tujuan kita jelas, bagaimana Kota Pariaman bisa maju melalui digitalisasi. Mari kita promosikan daerah ini dengan konten terbaik agar semakin dikenal luas,” ucapnya. (*)
Editor : Fix Sumbar