Abu Janda Sebut Sumbar Intoleran, DPP IKM Pertimbangkan Langkah Hukum

Abu Janda Sebut Sumbar Intoleran, DPP IKM Pertimbangkan Langkah Hukum
Abu Janda Sebut Sumbar Intoleran, DPP IKM Pertimbangkan Langkah Hukum

Ia juga menilai seseorang seharusnya memahami karakter suatu daerah terlebih dahulu sebelum melontarkan penilaian yang berpotensi menimbulkan stigma negatif.

Dalam pernyataannya, Levi turut menyinggung sejarah bangsa Indonesia yang mencatat kontribusi besar tokoh-tokoh asal Minangkabau terhadap lahirnya bangsa dan dasar negara Indonesia. Ia menyebut sejumlah tokoh nasional seperti Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Mohammad Yamin, Sjafruddin Prawiranegara, Tan Malaka, Agus Salim hingga Mohammad Natsir.

Levi menegaskan bahwa Bung Hatta memiliki peran penting dalam perubahan sila pertama Pancasila menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Selain itu, ia juga menyebut ulama Minang Syeikh Abbas Abdullah yang disebut pernah menyarankan kepada Soekarno agar dasar negara Indonesia didasarkan pada Ketuhanan Yang Maha Esa.

Menurut Levi, fakta sejarah tersebut menunjukkan masyarakat Minang memiliki semangat kebangsaan dan toleransi yang kuat sejak awal berdirinya republik.

“Jadi jangan langsung mengecap Sumbar itu intoleran, begitu juga dengan sejumlah daerah lain yang dia sebutkan, saya rasa itu tidak elok dan tak arif untuk disampaikan, di samping juga bisa menimbulkan perpecahan antar umat beragama,” katanya.

Tak hanya menyampaikan kecaman, DPP IKM juga mulai mengambil langkah serius menyikapi pernyataan Abu Janda. Levi menyebut tim hukum DPP IKM saat ini tengah mempelajari pernyataan tersebut dan mengumpulkan bukti-bukti konkret untuk mempertimbangkan langkah hukum.

“Menyikapi pernyataan dari Permadi Arya alias Abu Janda, DPP IKM melalui Tim Hukum tengah mempelajari pernyataan Abu Janda dan mengumpulkan bukti-bukti konkret dan mempertimbangkan mengambil langkah hukum,” ujarnya.

Levi menilai ucapan Abu Janda berpotensi menimbulkan kegaduhan dan gesekan sosial di tengah masyarakat. Ia kembali menegaskan bahwa Sumatera Barat merupakan daerah yang terbuka terhadap siapa saja tanpa membedakan agama maupun latar belakang.

“Pernyataan itu bisa menimbulkan gaduh dan gesekan antar umat beragama. Saya bisa pastikan dan tegaskan, sebagai seorang yang murni lahir dan besar di Padang, pernyataan Abu Janda soal Sumbar itu intoleran adalah menyesatkan dan tak bisa dipercaya, justru sebaliknya kami sangat menerima siapapun yang datang ke provinsi ini tanpa melihat latar belakang dan agama yang dianut,” katanya.

DPP IKM juga mengimbau masyarakat Minang di berbagai daerah agar menahan diri dan tidak terpancing tindakan anarkis.

Editor : Fix Sumbar
Banner Komintau - MenteriBanner KI sumbarBanner Nevi - HajiBanner Rahmat Hidayat - Hari BuruhBanner Rahmat Saleh - Pers
Bagikan

Berita Terkait
Terkini