Prabowo dan Dony Oskaria Sepakat Pangkas BUMN Jadi 250 Perusahaan, Dipastikan Tanpa PHK

Prabowo dan Dony Oskaria Sepakat Pangkas BUMN Jadi 250 Perusahaan, Dipastikan Tanpa PHK
Prabowo dan Dony Oskaria Sepakat Pangkas BUMN Jadi 250 Perusahaan, Dipastikan Tanpa PHK

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan mempercepat perampingan badan usaha milik negara (BUMN) sebagai bagian dari reformasi besar perusahaan pelat merah. Melalui program tersebut, jumlah BUMN ditargetkan menyusut hingga sekitar 250 perusahaan dengan tetap mengedepankan efisiensi dan tata kelola yang lebih baik.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat Sarasehan Nasional, Sabtu (27/6/2026). Dalam forum tersebut, Presiden sempat bertektokan dengan Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria, mengenai target akhir jumlah perusahaan BUMN.

"BUMN ini ada labanya enggak? Sekarang mulai ada," kata Prabowo saat membuka penjelasannya mengenai kondisi perusahaan-perusahaan negara.

Presiden mengatakan pemerintah terus melakukan pembenahan terhadap BUMN yang selama ini dinilai kurang efisien.

"Ini sedang kita bersihkan. Sedang kita tertibkan," ujarnya.

Prabowo mengungkapkan pemerintah telah menutup lebih dari 200 perusahaan BUMN sebagai bagian dari proses restrukturisasi.

"Dari seribu lebih BUMN, sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal sekitar 300," katanya.

Tak lama kemudian, Prabowo menoleh kepada Dony Oskaria yang berada di lokasi acara.

"Bagaimana Pak Dony Oskaria? Ujungnya kita bisa berapa BUMN?" tanya Presiden.

Dony menjawab singkat bahwa target akhir jumlah perusahaan negara berada di kisaran 250 perusahaan.

Editor : Fix Sumbar
Banner JPS - Bola
Bagikan

Berita Terkait
Terkini