"Ujungnya nanti sekitar 250, pak," jawab Dony.
Jawaban tersebut langsung mendapat respons dari Presiden. Prabowo menilai perampingan diperlukan agar BUMN tidak lagi terbebani biaya operasional yang tinggi.
"Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup. Ini uang rakyat semua. Perusahaan tidak untung, hanya bayar overhead," katanya.
Menurut Prabowo, rasionalisasi harus segera diselesaikan agar perusahaan negara menjadi lebih efisien dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat.
"Kita sekarang mau rasionalisasi agar lebih efisien. Saya minta dalam tahun ini harus selesai," ujarnya.
Presiden menargetkan transformasi tersebut selesai dalam dua tahun sehingga seluruh BUMN memiliki tata kelola yang lebih baik.
"Dalam dua tahun kita akan membuat BUMN-BUMN lebih efisien, lebih transparan, dan lebih bekerja untuk rakyat," katanya.Sebelumnya, Dony Oskaria memastikan proses perampingan BUMN tidak akan diikuti dengan pemutusan hubungan kerja (PHK). Seluruh pegawai akan tetap dipertahankan dan menjadi bagian dari perusahaan hasil konsolidasi.
"Pastinya Bapak Presiden tidak ingin ada PHK," ujar Dony.
Ia menjelaskan Danantara saat ini sedang melakukan streamlining terhadap sekitar 1.077 perusahaan BUMN menjadi sekitar 200 hingga 300 perusahaan yang ditargetkan rampung pada 2026. Menurutnya, sekitar 52 persen BUMN masih mengalami kerugian dengan total mencapai Rp20 triliun sehingga konsolidasi menjadi langkah yang harus dilakukan untuk meningkatkan efisiensi.
Editor : Fix Sumbar