Cah Tulak, Cah Tulak. Antah antah se

Cah Tulak, Cah Tulak. Antah antah se
Cah Tulak, Cah Tulak. Antah antah se

Kini pertanyaannya sederhana. Apakah kita masih mewarisi keberanian itu? Ataukah kita justru mewarisi kebiasaan mencari alasan untuk berkata, "tidak"? Jika jawabannya adalah yang kedua, maka jangan heran apabila daerah lain terus melaju, sementara Sumatera Barat berjalan di tempat.

Sesungguhnya yang paling menentukan kemajuan sebuah daerah bukanlah panjang jalan tolnya, bukan pula besarnya APBD-nya.

Melainkan cara berpikir masyarakatnya. Jika cara berpikir itu maju, pembangunan akan menemukan jalannya. Namun jika cara berpikirnya selalu dipenuhi rasa curiga dan penolakan, maka sebaik apa pun program yang datang, hasilnya akan tetap sama.

"Cah tulak... cah tulak... antah-antah se."

Sudah saatnya kalimat itu kita ganti dengan pertanyaan yang dahulu selalu diajukan para leluhur kita: "Apa yang bisa kita wariskan kepada anak cucu melalui pembangunan hari ini?". (*)

Editor : Fix Sumbar
Banner JPS - BolaBanner Rahmat Saleh - Gema
Bagikan

Berita Terkait
Terkini