PADANG - Persoalan sampah tidak selalu selesai hanya dengan menyediakan armada pengangkut, tempat pembuangan, atau menambah petugas kebersihan. Di Kota Padang, Wali Kota Fadly Amran kini mendorong sebuah pendekatan baru mengubah perilaku warga langsung dari sumber sampah itu dihasilkan.
Gagasan tersebut dipaparkan Fadly Amran saat menerima audiensi Pengurus Daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Barat di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (27/8/2026).
Dalam pertemuan itu, Fadly menjelaskan salah satu terobosan Pemko Padang dalam memperkuat pengelolaan sampah, yakni gerakan bertajuk “Penggerak Pilah”. Program ini dirancang untuk membiasakan masyarakat memilah sampah sejak dari rumah maupun tempat usaha.
Bukan sekadar sosialisasi, para Penggerak Pilah nantinya akan turun langsung ke tengah masyarakat selama 100 hari. Mereka mengikuti rute pelayanan petugas Layanan Pengelolaan Sampah (LPS) di sejumlah kelurahan, melakukan edukasi, pengecekan hingga pencatatan praktik pemilahan sampah warga.
Bagi Fadly Amran, kunci dari gerakan ini adalah memastikan perubahan perilaku masyarakat tidak berhenti pada slogan.
Para Penggerak Pilah akan melakukan pendataan dari rumah ke rumah untuk memetakan tingkat kepatuhan warga. Ada warga yang telah memilah dengan benar, ada yang sudah mencoba memilah tetapi belum sesuai ketentuan, dan ada pula yang belum melakukan pemilahan sama sekali.“Warga yang sudah memilah dengan benar akan dicatat, begitu juga warga yang sudah memilah tetapi belum sesuai ketentuan dan warga yang belum memilah,” ujar Fadly dalam audiensi tersebut.
Menurut Fadly, data menjadi salah satu fondasi penting bagi Pemko Padang dalam membangun kebijakan persampahan yang lebih tepat sasaran.
Dengan mengetahui kondisi riil masyarakat, pemerintah dapat menentukan langkah yang berbeda terhadap setiap kelompok warga. Pendataan itu juga akan menjadi dasar bagi kebijakan yang tengah disiapkan, termasuk terkait subsidi retribusi sampah.
Ke depan, tingkat kepatuhan masyarakat dalam memilah sampah akan menjadi salah satu pertimbangan dalam pemberian subsidi tersebut.
Editor : Fix Sumbar