PADANG - Persoalan banjir hingga kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi perhatian Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, saat bertemu masyarakat dalam agenda reses di Masjid Mukhlisin, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sabtu (22/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi. Sejumlah tokoh masyarakat, bundo kanduang dan Majelis Taklim turut hadir menyampaikan aspirasi kepada pimpinan DPRD Sumbar tersebut.
Salah satu persoalan yang cukup banyak disoroti adalah kondisi riol atau saluran air yang dinilai perlu mendapat perhatian. Warga berharap adanya pembenahan saluran tersebut sehingga aliran air lebih lancar dan risiko banjir yang selama ini kerap terjadi dapat dikurangi.
Menanggapi aspirasi tersebut, Muhidi menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda bertemu masyarakat, tetapi menjadi kesempatan untuk mengetahui secara langsung kebutuhan warga di daerah pemilihannya.
Menurutnya, setiap aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan untuk dikoordinasikan dengan pihak terkait, sehingga program yang nantinya diperjuangkan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana kebutuhan masyarakat ini menjadi prioritas dan manfaatnya benar-benar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Muhidi.Ia menambahkan, persoalan banjir membutuhkan penanganan yang tepat dan terkoordinasi. Karena itu, aspirasi mengenai perbaikan riol akan menjadi salah satu perhatian untuk dicarikan solusi sesuai kewenangan pemerintah.
Di sisi lain, Muhidi juga mengajak masyarakat tidak hanya fokus pada persoalan infrastruktur, tetapi ikut memikirkan masa depan generasi muda. Menurutnya, tantangan zaman yang semakin cepat berubah menuntut anak-anak muda memiliki kemampuan yang lebih dari sekadar ijazah.
Pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat melalui UMKM serta peningkatan keterampilan disebut menjadi tiga hal penting dalam membangun sumber daya manusia yang mampu menghadapi perubahan zaman.
“Pembelajaran di sekolah harus dibekali dengan skill atau keahlian. Kalau tidak, maka siap-siap menjadi pengangguran,” ujarnya.
Editor : Fix Sumbar