“Sumatera tidak harus dipandang hanya sebagai penghasil bahan baku. Daerah ini bisa menjadi laboratorium ekonomi masa depan yang mempertemukan sumber daya alam, manusia, budaya, dan teknologi dalam satu ekosistem,” katanya.
Ridwan menegaskan bahwa setiap inovasi besar selalu diawali oleh keberanian untuk mengajukan pertanyaan baru. Meski konsep tersebut masih terus berkembang, upaya menggabungkan ekonomi kopi, teknologi blockchain, manajemen treasury, dan dampak sosial dinilai menjadi langkah strategis yang layak mendapat perhatian.“Perjalanan menuju sesuatu yang besar selalu dimulai dari sebuah gagasan. Saya melihat keberanian itu ada pada Suryono. Ia mencoba merancang masa depan nilai, bukan hanya menjual kopi,” ujarnya. (*)
Editor : Fix Sumbar