Rakernas MDMC, Irman Gusman Dorong Kepercayaan Publik Jadi Modal Perluas Jejaring Kemanusiaan

Rakernas MDMC, Irman Gusman Dorong Kepercayaan Publik Jadi Modal Perluas Jejaring Kemanusiaan
Rakernas MDMC, Irman Gusman Dorong Kepercayaan Publik Jadi Modal Perluas Jejaring Kemanusiaan

Modal kelembagaan tersebut juga mendapat apresiasi pemerintah. Pada pembukaan Rakernas, Jumat (11/9), Menko PMK Pratikno menilai jaringan amal usaha Muhammadiyah memiliki peran penting dalam keselamatan warga, dengan sekolah, kampus, rumah sakit, dan klinik yang saling mendukung penanganan bencana.

Menurut Kertua Dewan Pakar majelis Ekonomi dan UMKM PP Muhammdiyah menjelaskan bahwa jejaring perlu memiliki trigger mechanism, yakni mekanisme pemicu tindakan yang disepakati sebelum krisis. Protokolnya harus menjelaskan data yang digunakan, pihak yang berwenang mengaktifkan jejaring, pembagian peran, pengerahan sumber daya, serta pertanggungjawaban kepada publik. Dengan demikian, koordinasi tidak perlu dimulai dari nol setiap kali bencana terjadi.

“Yang penting bukan hanya siapa yang bergerak, tetapi bagaimana semua kekuatan yang ada bisa segera bergerak ketika dibutuhkan. Itulah pentingnya trigger mechanism,” ujarnya.

Irman juga mengingatkan pentingnya menempatkan mitigasi sebagai investasi pembangunan. Kajian Bank Dunia dan GFDRR tentang infrastruktur tangguh memperkirakan manfaat sekitar empat dolar untuk setiap satu dolar yang diinvestasikan di negara berpendapatan rendah dan menengah. Manfaatnya mencakup berkurangnya kerusakan serta gangguan layanan yang menopang kehidupan dan kegiatan ekonomi.

“Mitigasi dan kesiapsiagaan adalah investasi untuk melindungi kehidupan, menjaga layanan publik, dan mempertahankan keberlanjutan ekonomi. Setiap rupiah yang dikeluarkan sebelum bencana harus diarahkan untuk mengurangi kerugian dan mempercepat pemulihan,” katanya.

Oleh karena itu, diharapkan Rakernas ini dapat memperkuat kerja bersama yang ditopang pelatihan yang berkala, standar kerja, sumber daya, dan indikator keberhasilan. Perlindungan warga perlu berlanjut hingga layanan kesehatan, dukungan psikososial, dan mata pencaharian masyarakat pulih.

“Bencana memang tidak selalu bisa kita cegah, tetapi dampaknya bisa kita kurangi. Karena itu, kita harus memperkuat kesiapsiagaan, memperluas jejaring, dan memastikan setiap kekuatan dapat bergerak bersama ketika kemanusiaan membutuhkan,” tutup ketua Dewan Pembina Pusat Kebudayaan Minangkabau.

Sebagai Informasi rangkaian Rakernas selama 3 hari ini , berakhir pada hari Minggu 13 September 2026 dan ditutup oleh Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI). (*)

Editor : Fix Sumbar
Banner JMSI 2026Banner - Berita Duka Bpk Azwar
Bagikan

Berita Terkait
Terkini