Ayo Semangat, Jangan Sampai Padam, Bangkitlah Saudara Kami Korban Banjir Bandang di Sumatra

Foto Ricky Donals

Banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 26 Desember 2025 meninggalkan duka mendalam bagi seluruh Indonesia. Ratusan kampung hancur, puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggal, sementara gelondongan kayu dan lumpur tebal menjadi saksi betapa ganasnya bencana ini meluluhlantakkan pemukiman masyarakat.

Data BNPB per 7 Desember 2025 mencatat 914 korban meninggal dan ratusan lainnya luka-luka. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Lebih dari puluhan ribu warga diungsikan ke posko darurat, sementara banyak infrastruktur kritis lumpuh dan sejumlah kampung terisolasi. Beberapa wilayah bahkan sempat mengalami krisis pangan sebelum gelombang bantuan kemanusiaan mengalir dari berbagai penjuru negeri.

Presiden RI Prabowo Subianto turut menyuarakan solidaritas nasional melalui seruan “Save Aceh, Sumut, dan Sumbar”, disertai viralnya tagar #PrayForSumatra. Pada 1 Desember 2025, Presiden langsung mengunjungi tiga provinsi terdampak untuk memastikan penanganan darurat berjalan efektif.

Memasuki 8 Desember 2025 di Sumbar, masa tanggap darurat resmi berakhir tapi bisa saja diperpanjang, beberapa wilayah, namun upaya evakuasi, perbaikan, dan pemulihan masih berlangsung tanpa henti.

Di Sumatera Barat, perbaikan jalan utama Padang–Bukittinggi di ruas Lembah Anai terus dikebut dengan pengerahan maksimal alat berat dan tenaga lapangan oleh BUMN Hutama Karya. Banyak infrastruktur lain juga tengah dipulihkan, mencerminkan kerja kolektif bangsa menghadapi bencana besar yang datang jelang akhir tahun.

Di posko utama hingga posko kecamatan, relawan dan aparat bekerja siang malam menyalurkan kebutuhan dasar bagi para penyintas.

Aksi heroik mereka menembus lokasi sulit, mengangkut bantuan, dan menyelamatkan korban, viral di berbagai platform media sosial.

Seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) di Sumbar saja, dalam waktu 2 hari salurkan bantuan kebutuhan dasar warga korban bencana senilai total Rp 1 Miliar.

BSI menerobos daerah terdampak bencana di Pesisir Selatan, Padang hingga Agam. Begitu juga dari seluruh Indonesia, ucapan duka dan bantuan berdatangan tanpa henti. Sumatra menangis, Indonesia memeluk.

Meski bencana sudah berlangsung lebih dari 11 hari, luka dan dampaknya masih jelas terlihat. Banyak warga menyaksikan rumah mereka hanyut, fasilitas umum rusak berat, dan keluarga terpisah dari tempat tinggal yang selama ini menjadi bagian dari hidup mereka. Namun di tengah kehancuran itu, ada satu hal yang tidak mampu dihanyutkan oleh air, yaitu semangat untuk bangkit.

Banner WIES 2025 1
Bagikan

Opini lainnya
Terkini