LIMA PULUH KOTA - Sebanyak 24 orang yang dilaporkan tersesat di kawasan hutan Pauh Sangik, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Kota, berhasil dievakuasi oleh tim gabungan SAR dalam keadaan selamat, Jumat (1/8/2025) dini hari.
Koordinator Pos SAR 50 Kota, Roni Nur menyampaikan, para survivor diketahui berangkat dari Kantor Wali Nagari Pauh Sangik pada pukul 09.00 WIB dengan tujuan mengunjungi area kopi hutan. Mereka direncanakan kembali pada sore hari, namun hingga pukul 22.00 WIB belum juga tiba.
“24 orang itu ada wali nagari, perangkat nagari, dan pemuda, serta 17 mahasiswa unand,” ujarnya, Jumat (1/8/2025).
Kontak terakhir dengan rombongan terjadi pada pukul 16.00 WIB di koordinat 0°10'47.89"S - 100°26'31.42"E. Atas laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR 50 Kota yang beranggotakan tujuh orang langsung diberangkatkan ke lokasi kejadian pada pukul 22.10 WIB.
Setibanya di Kantor Wali Nagari Pauh Sangik pada pukul 22.40 WIB, tim SAR melakukan koordinasi dengan unsur terkait, termasuk BPBD, TNI, Polri, PMI, relawan Nagasuta, dan masyarakat.
Proses pencarian dilakukan hingga pukul 00.40 WIB, Jumat (1/8/2025), dan seluruh korban ditemukan dalam kondisi selamat di koordinat 0°10'25.18"S - 100°27'22.54"E, atau sekitar 1,5 kilometer dari titik terakhir. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke posko pada pukul 02.45 WIB."Semua berhasil dievaluasi selamat. Namun, tiga orang mengalami cedera, diantaranya, satu cidera bagian alat gerak di kaki, satu kelelahan dan satu lagi luka ringan," katanya.
Adapun unsur yang terlibat dalam operasi SAR ini sebanyak 81 personel, yang terdiri dari Pos SAR 50 Kota, BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota, Polsek Akabiluru, TNI, petugas Puskesmas, PMI, perangkat nagari, relawan, dan masyarakat setempat.
Operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan ditutup setelah pembekalan yang dilaksanakan pada pukul 02.55 WIB. (*)
Editor : Fix Sumbar