“Kita ingin pelayanan publik yang prima, cepat, dan adaptif. Tugas berat menanti, tapi dengan kerja keras dan integritas, semua bisa kita capai,” ujar Mahyeldi penuh keyakinan.
Ia menekankan bahwa tantangan birokrasi saat ini tidak hanya menyangkut regulasi, tetapi juga perubahan pola pikir dan pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan publik. Menurutnya, masyarakat kini menuntut layanan yang lebih efisien, transparan, dan bebas dari praktik birokrasi berbelit-belit. (*)Baca juga: Semesta Buku Hadir di Padang, Rayakan World Book Day 2026 dengan Diskon Buku hingga 90 Persen
Editor : Fix Sumbar

