Ngaji Literasi dan Semesta Buku Gramedia di UNP, Angkat Diskusi Bersama Tokoh Literasi Nasional

Teks Foto : Gramedia bekerja sama dengan UNP resmi membuka acara Ngaji Literasi x Semesta Buku, di Auditorium UNP, Selasa (16/9/2025). IST
Teks Foto : Gramedia bekerja sama dengan UNP resmi membuka acara Ngaji Literasi x Semesta Buku, di Auditorium UNP, Selasa (16/9/2025). IST

PADANG - Gramedia bekerja sama dengan Universitas Negeri Padang (UNP) resmi membuka acara Ngaji Literasi x Semesta Buku pada Selasa (16/9/2025) di Gedung Auditorium UNP. Program ini akan berlangsung hingga 21 September 2025 dengan beragam agenda, mulai dari Festival Buku, Book Talk, hingga Bincang Kreatif.

General Manager Gramedia, Wahyu Rahardo, menekankan bahwa makna ngaji bukan hanya belajar kitab, tetapi juga kajian ilmu pengetahuan secara luas. “Literasi tidak sekadar membaca, melainkan pintu masuk untuk memperkaya pengetahuan. Bangsa membutuhkan cahaya, dan cahaya itu lahir dari keberanian menuntut ilmu,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah tokoh literasi nasional seperti Maman Suherman, J.S. Khairen, Yonisman, Surya Bunawan, dan lainnya. Mereka tidak hanya berbagi pengalaman kreatif, tetapi juga mengajak masyarakat menjadikan literasi sebagai gaya hidup.

Selain diskusi inspiratif, acara turut diramaikan dengan pameran Semesta Buku yang menghadirkan koleksi dari Gramedia dengan penawaran menarik, termasuk diskon hingga 75% dan harga buku mulai Rp5.000.

“Ngaji Literasi x Semesta Buku” diharapkan dapat memperkuat budaya literasi di Sumbar, membangun ekosistem literasi yang ramah dan berkelanjutan, serta melahirkan generasi literat di masa depan.

Kepala Perpustakaan UNP, Asrul Huda, menyebut kegiatan ini merupakan yang pertama kali digelar Gramedia di lingkungan kampus se-Indonesia, dan UNP menjadi tuan rumah. Ia menambahkan, antusiasme peserta sangat tinggi, salah satunya terlihat dari keterlibatan penulis muda asal UNP, Boy Candra.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Feri Mulyani Hamid, mengaitkan kegiatan ini dengan program unggulan Smart Surau, yang mendorong modernisasi surau sebagai pusat pengetahuan.

“Dulu surau menjadi tempat belajar, kini bergeser ke media digital seperti YouTube dan Google. Literasi harus mengikuti perkembangan zaman,” katanya.

Wakil Rektor UNP Bidang Keuangan, Remon Lafisa, menyoroti tantangan literasi di era digital. Menurutnya, masyarakat cenderung lebih suka potongan singkat seperti di TikTok dibanding membaca buku.

“Moto UNP, Alam Takambang Jadi Guru, mengajarkan bahwa belajar bisa dilakukan di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja,” katanya. (*)

Editor : Fix Sumbar
Banner JPS- Insanul KamilBanner Nindy - JPS
Bagikan

Berita Terkait
Terkini