JAKARTA - Minang Geopark Run (MGR) 2025 kian menunjukkan daya tariknya sebagai ajang lari sekaligus promosi wisata budaya Sumatera Barat. Digelar pada 30 November 2025 di Bukittinggi, event ini dipastikan menjadi yang terbesar sejak pertama kali diadakan pada 2018.
Setelah kuota awal sebanyak 2.500 peserta resmi habis, panitia menambah 500 slot tambahan. Namun, hingga Rabu (17/9/2025), hanya tersisa 100 slot terakhir bagi pelari yang ingin ikut ambil bagian.
"Per Rabu kemarin tambahan kuota posisinya tersisa 100 pendaftar lagi. Kami optimis sebelum 30 September 2025 ditutup pendaftaran, slot peserta MGR 2025 sudah tercapai, dan menjadi partisipan terbesar sejak MGR digelar perdana 2018 lalu," ujar Founders MGR Yv Tri Saputra, Kamis (18/9/2025) di Jakarta.
Menurut Yv Tri Saputra secara person peserta terdaftar 3000, tapi jangan lupa karena MGR tidak lari saja, ada unsur wisata, budaya dan kulinernya, setiap pelari terdaftar pasti mengikut sertakan keluarganya.
"Jadi ada sekitar 6.000 orang akan memeriahkan MGR 2025 yang start di Bukittinggi Sumbar," ujar Yv Tri Saputra.
Untuk nyaman dan amannya peserta MGR 30 November itu, panitia MGR 2025 juga merekrut secara terbuka 16 Pacer."Pacer itu di lomba lari sebagai patokan kecepatan lomba lari (Pace), untuk MGR 2025 kita butuh 16 Pacer. Kami merekrut secara terbuka melalui komunitas-komunitas runner di seluruh Indonesia, bagi yang berminat menjadi Pacer dan berlari di Bukittinggi nanti," ujar Yv Tri Saputra.
Pas dibuka, waoo ternyata peminat jadi Pacer membludak. Ada 150 orang. "Kita melakukan seleksi Pacer, dan sudah ada 22 Pacer yang lolos siap jadi patokan kecepatan di MGR 2025," ujar Yv Tri Saputra.
22 Pacer lolos seleksi berasal dari berbagai kota di Indonesia dan secara otomatis akan mendapatkan free slot utk berlari, transportasi dan akomodasi selama 3 hari di Bukittinggi.
Adanya Pace di MGR 2025 bukti bahwa lomba lari memadukan sport dan tourism berstandarkan nasional atau international.
Editor : Fix Sumbar