PADANG - Universitas Andalas (UNAND) melalui Program Kemitraan Masyarakat Membantu Nagari Membangun (PKM-MNM) kembali menghadirkan inovasi pengabdian masyarakat dengan mengembangkan Ekowisata Aneka Ikan Hias Outdoor di kawasan Salingka Kampus UNAND.
Program pengabdian masyarakat ini berasal dari Prof. Dr. Mansyurdin, Prof. Dr. Mansyurdin, MS., Ferdhinal Asful, Sp., M.Si., Dr. Nofrita, Dr. Rita Maliza, daAshrifurrahman, S.Si., M.Si. Program ini berlokasi di Kampung Sungkai, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Kelurahan Lambung Bukit yang berada hanya 15 kilometer dari pusat Kota Padang merupakan salah satu kawasan binaan Salingka Kampus UNAND. Daerah ini memiliki bentang alam yang indah, terdiri dari sungai, persawahan, kebun, serta hutan di kaki Bukit Barisan. Kondisi geografis tersebut mendukung pengembangan ekowisata berbasis lingkungan dan budaya lokal.
Mayoritas masyarakat Kampung Sungkai menggantungkan hidup pada sektor pertanian, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan rakyat, hingga perikanan. Namun, kondisi ekonomi masyarakat masih tergolong menengah ke bawah dengan tingkat pendidikan relatif tidak tinggi. Karena itu, program ekowisata yang digagas UNAND diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Sebelumnya, di kawasan Sungkai Green Park (SGP), UNAND bersama mitra Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Sungkai Permai telah mengembangkan berbagai kegiatan, di antaranya budidaya sayuran organik, pengolahan teh daun Sungkai, pembangunan bumi perkemahan, serta penyediaan fasilitas penunjang seperti pondok diskusi dan mushola.
Baru-baru ini, kawasan ini juga memperkenalkan budidaya lebah tak bersengat (galo-galo) untuk produksi madu dan propolis.Dengan hadirnya objek ekowisata Aneka Ikan Hias, potensi wisata Kampung Sungkai semakin kaya dan beragam. Program ini tidak hanya mengedepankan aspek rekreasi, tetapi juga pendidikan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Hasilnya diharapkan dapat meningkatkan penjualan produk lokal seperti madu, sayuran organik, dan olahan khas daerah, sehingga memberi dampak nyata pada ekonomi masyarakat setempat. (*)
Editor : Fix Sumbar