Penggunaan alat berat ini sangat vital untuk pengerukan sungai, pembersihan permukiman, dan pembukaan akses jalan.
Kerja nyata dalam infrastruktur mencakup pengerukan sungai untuk normalisasi dan pembuatan tanggul guna mengurangi potensi banjir.
Contohnya adalah pembersihan akses dan pembuatan Tanggul Sungai Aek Garoga serta Normalisasi Sungai Aek Garoga di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Di lokasi yang sama, dilakukan juga pengalihan akses di Sungai Siasis. Upaya pengerukan saluran resapan juga dilakukan di Kabupaten Pidie, Aceh.
Selain fokus pada pemulihan infrastruktur, Nindya Peduli turut mendirikan Posko Bantuan & Dapur Umum di lokasi terdampak. Di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, didirikan Posko Nindya Peduli dan Dapur Umum untuk menyediakan makanan hangat bagi warga.
Posko Logistik juga didirikan di Kabupaten Aceh Tamiang.
Bantuan non-fisik yang disalurkan mencakup penyediaan logistik & sembako, baju layak pakai, serta penyerahan bantuan kasur. Bantuan Sembako disalurkan di Kota Medan dan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.Selain itu, Nindya Karya juga memasang Toren Air Bersih di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Sibolga untuk memastikan ketersediaan sarana air bersih.
“Bagi kami, pemulihan bukan hanya soal membangun infrastruktur, tetapi juga memulihkan kembali harapan. Melalui penyaluran bantuan sembako, pelayanan di posko dan dapur umum, hingga kerja nyata di lapangan, kami berupaya memastikan bahwa setiap bantuan benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan,” ungkap Firmansyah, Direktur Utama PT. Nindya Karya.
Upaya pembersihan juga meluas ke fasilitas publik, seperti Pembersihan RSUD Tamiang di Kabupaten Aceh Tamiang, dan Pembersihan Jalur Rel Kereta Api di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Editor : Fix Sumbar