BNPB melaporkan operasi pencarian dan penyelamatan masih aktif di sejumlah wilayah. Di Aceh, operasi SAR berlangsung di enam kabupaten, yaitu Bener Meriah, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Tengah, Bireuen, dan Nagan Raya. Di Sumatera Utara, pencarian dilakukan pada empat sektor, mencakup dua sektor di Tapanuli Tengah, satu sektor di Tapanuli Selatan, dan satu sektor di Kota Sibolga.
Sementara di Sumatera Barat, operasi SAR dilaksanakan pada lima sektor, dengan konsentrasi di Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, dan Kabupaten Tanah Datar.
Kerusakan Jalan dan Jembatan
Kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan turut menghambat distribusi bantuan dan mobilitas warga. Di Aceh, tercatat 38 ruas jalan nasional dan 16 unit jembatan nasional terdampak, serta 20 lokasi jalan daerah dan 42 unit jembatan daerah mengalami kerusakan. Sumatera Utara melaporkan 12 ruas jalan nasional dan empat jembatan nasional terdampak, ditambah 19 ruas jalan daerah dan enam jembatan daerah.
Di Sumatera Barat, kerusakan meliputi 30 ruas jalan nasional, 13 jembatan nasional, 81 lokasi jalan daerah, dan 47 jembatan daerah.
Untuk status jalan nasional, di Aceh terdapat 13 ruas yang masih terputus di tujuh kabupaten, terutama pada jalur lintas tengah. Sementara 25 ruas lainnya telah dapat dilalui, termasuk jalur lintas timur dan lintas barat.
Di Sumatera Utara, tiga ruas jalan utama terputus akibat longsor dan jembatan ambruk, sedangkan sembilan ruas lainnya telah kembali berfungsi."Di Sumatera Barat, satu ruas jalan Sicincin–Padang Panjang masih diberlakukan sistem buka-tutup dengan pembatasan jam dan muatan, sementara 29 ruas jalan lainnya sudah dapat digunakan," katanya.
Distribusi Logistik dan Hunian Sementara
Hingga 17 Desember 2025, total logistik yang masuk ke Posko Klaster Logistik Nasional mencapai 1.189 ton, dengan 1.100,8 ton telah disalurkan ke tiga provinsi terdampak. BNPB juga menyiapkan buffer stock sebanyak 88,2 ton di gudang Halim.
Editor : Fix Sumbar

