Harry menegaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi kebijakan antara Komisi Informasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan seluruh badan publik, termasuk melalui penguatan regulasi, pembinaan berjenjang, serta evaluasi yang konsisten dan berkelanjutan.
Ke depan, KI DKI Jakarta menargetkan sedikitnya 1.000 badan publik mengikuti E-Monev pada 2026. Target ini diharapkan semakin mengukuhkan Jakarta sebagai laboratorium nasional keterbukaan informasi publik dan mendorong pengarusutamaan transparansi dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Kami ingin memastikan keterbukaan informasi di Jakarta tidak berhenti sebagai capaian administratif, tetapi menjadi standar nasional yang dapat diadopsi oleh provinsi serta kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengapresiasi konsistensi Komisi Informasi DKI Jakarta dalam mendorong peningkatan kualitas layanan informasi publik.
“Saya memberikan apresiasi kepada Komisi Informasi DKI Jakarta. Peserta E-Monev tahun 2025 meningkat signifikan hingga mencapai 829 badan publik. Ini menunjukkan kemajuan luar biasa dalam keterbukaan informasi publik,” ujar Pramono.Usai memberikan sambutan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyerahkan langsung penghargaan kepada badan publik terbaik yang meraih predikat Informatif dalam E-Monev KIP Tahun 2025. Penyerahan penghargaan turut dihadiri Ketua Komisi Informasi Pusat Donny Yoesgiantoro, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino, serta jajaran Komisioner Komisi Informasi DKI Jakarta. (*)
Editor : Fix Sumbar
