Suku Tanjuang Siap Kelola Lahan Kaum, UNAND-ITB Pelopori Hunsela bagi Korban Banjir Padang

Suku Tanjuang Siap Kelola Lahan Kaum, UNAND-ITB Pelopori Hunsela bagi Korban Banjir Padang
Suku Tanjuang Siap Kelola Lahan Kaum, UNAND-ITB Pelopori Hunsela bagi Korban Banjir Padang

Disamping untuk Hunsela, kegiatan pengabdian masyarakat dengan keterlibatan berbagai Universitas ini juga melakukan kegiatan penguatan perekonomian warga terdampak dengan memberikan pelatihan usaha pangan rumahan yang berkualitas (Untuk demonya kita berkolaborasi dengan Bundo Kanduang Provinsi Sumatera Barat), SITH ITB juga memberikan Training of Trainer (ToT) untuk pangan olahan madu lebah, pengemasan makanan agar tahan beberapa tahun serta juga memberikan donasi beberapa kebutuhan pakaian, kebutuhan bayi dan wanita, serta berbagai peralatan dan fasilitas pemulihan bagi warga terdampak lainnya di Kecamatan Pauh, Kuranji dan Nanggalo.

Keterbatasan waktu untuk hadir di Padang (23-30 Desember 2025) dari 22 orang Dosen dan mahasiswa ITB dan UIN Sungai Gunung Jati membuat kegiatan menjadi cukup padat. Hal tersebut menyebabkan kegiatan tetap harus berjalan meskipun disela hujan dan ketegangan akan kemungkinan menjadi terisolir jika air naik dan jalan akan terputus. Penghargaan yang tinggi bagi semua relawan yang hingga detik ini tetap bekerja dan mensuport berkelanjutan krgiatan di Sumatera Barat.

Dalam berkegiatan pengabdian masyarakat ini, team pengabdi juga didukung oleh Asosiasi Perlebahan Indonesia (API), Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI), Galeri Matrilinial Bundo Kanduang Sumatera Barat dan Ikatan Masyarakat Minangkabau Qatar, Rumah Salman dan SIMADA Volunteer FMIPA.

Hujan yang deras bukan penghalnag bagi Mahasiswa ITB yang terus merakit alat dalam hujan dan kadang harus merayap. Pak Zaini, seorang Dosen Fakutas Teknik ITB bahkan datang dengan biaya pribadi untuk membantu program pengabdian ini dengan membuatkan landscape ideal bagi Hunsela.

Dari Banjir Menuju Harapan Baru: Suku Tanjuang, Kolaborasi Akademisi dan Komunitas Perempuan

Hunsela berukuran 7,2 x 3,6 m² ini mengalami sedikit dimodifikasi dari design awal, dimana terdapat penambahan satu lagi jendela dan adanya ventilasi yang memadai sesuai saran donatur dari Perempuan Peduli Bencana (terdiri dari berbagai kalangan dan organisasi seperti Minang Rancak Jakarta, Komunitas Bunga Sumbar, dan beberapa donatur perseorangan lainnya yang dimotori oleh Ibu Vita Gamawan Fauzi dan Dr. Wiwik Mairawita Marlis Rahman), agar hunian yang dibangun benar-benar nyaman bagi penghuninya.

Setelah Hunsela selesai, diharapkan Huntap akan berproses sebagai gedung utama dengan ruang tidur dan ruang tamu beserta toiletnya. Setelah tanah terpakai untuk bangunan Hunsela maupun Huntap, masih tersisa area taman sekitar 6 m yang juga berhadapan langsung dengan jalan komplek Hunsela selebar 5 m.

"Hunian Hunsela akan menjadi komplek perumahan yang teratur dan asri, sesuai sekali dengan yang diharapkan warga", ujar Dasrul, S.S., M.Si., sambil sesekali berkoordinasi dengan tukang dan berbagai stake holder lain yang ikut antusias dengan perencanaan Hunsela, salah satunya KADIN Sumatera Barat yang akan membantu untuk membangunan Hunian tetap di lokasi ini dalam waktu dekat.

Beberapa dosen UNANDpun tengah mempersiapkan pengabdian Masyarakat untuk membantu Hunsela dalam hal penanaman tanaman berguna sekaligus penguat tanah, budidaya lebah tanpa sengat sebagi salahsatu pilihan pemulihan ekonomi warga, maupun untuk menambah daya pemabangkit Listrik dan instalasi perumah.

"IKA UNAND sendiri bersama FEB yang sejak awal telah mensuport mulai dari dapur umum hingga seragam sekolah, akan membantu di bagian sanitasi bagi Hunsela", ujar Dr, Yurniwati, Senior Lecturer dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAND.

Editor : Fix Sumbar
Banner Komintau - MenteriBanner KI sumbarBanner Nevi - HajiBanner Rahmat Hidayat - Hari Buruh
Bagikan

Berita Terkait
Terkini