Bagi Dony, pembangunan huntap yang dimulai hari itu bukan sekadar membangun rumah bagi masyarakat terdampak bencana. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai momentum membangun kembali harapan dan arah masa depan daerah.
Kritik yang ia sampaikan pun menjadi pengingat bahwa kebangkitan Sumbar tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik, tetapi juga perubahan pola pikir, perhatian terhadap pendidikan, serta penyelamatan generasi muda.Di Rambatan, di atas tanah yang akan segera berdiri hunian baru, seorang putra Minang memilih bersuara keras. Bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk memastikan kampung halamannya bangkit lebih kuat dari sebelumnya. (*)
Editor : Fix Sumbar
