Sebelumnya, orang yang sama juga menemukan deposit timah di Bangka. Bapak geologi Hindia Belanda, RDM Verbeek, juga mencatat hal itu dengan. Ia merinci deposit batubara di Ombilin 200 juta ton itu terdiri dari, 80 juta ton di Parambahan, 90-an juta ton di Sungai Durian dan 4 juta tn di Lurah Gadang.
Pada 28 Desember 1891 pemerintah Hindia Belanda membuka tambang ini, melalui surat Keputusan pemerintah tanggal 4 Januari 1892, Nomor 2, Tahun 1892.
Pembukaan tambang sari berbagai dokumen, juha diiringi Pembangunan jaringan kereta api, pembukaan Pelabuhan Emmahaven (Telukbayur), diikuti pembangunan pabrik semen di Indarung. Hal ini memicu industrialiasi di Sumatra’s Westkust.
Semuanya diwariskan sampai sekarang, bahkan Semen Padang, semakin besar. (*) Editor : Fix Sumbar