"Periode libur Lebaran dan Nyepi tahun ini, yang juga didukung oleh kebijakan Work From Anywhere (WFA) dari pemerintah, menjadi momentum penting bagi peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata nasional. Kami melihat periode ini sebagai peluang untuk mendorong pergerakan wisatawan secara lebih optimal sekaligus memastikan pengalaman perjalanan yang seamless di seluruh ekosistem pariwisata yang dikelola InJourney," ujarnya.
Sebagai holding BUMN yang bergerak di sektor pariwisata dan mengelola ekosistem terintegrasi mulai dari bandara, aviation services, tourism development, destinasi, hospitality, hingga ritel, tambahnya, InJourney berkomitmen memastikan kesiapan operasional, penguatan pelayanan, serta pengelolaan risiko yang optimal di seluruh lini bisnis. Pihaknya juga melakukan penguatan kapasitas operasional melalui penambahan personel dan optimalisasi fasilitas untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan wisatawan pada periode peak season.
"Melalui kesiapan tersebut, kami berharap dapat mendukung kelancaran mobilitas wisatawan sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan. Peningkatan aktivitas pariwisata pada periode ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui meningkatnya pergerakan wisatawan domestik serta aktivitas ekonomi di berbagai destinasi," katanya.InJourney sendiri memprediksi angka kunjungan akan mengalami peningkatan sebesar lima belas persen dibanding tahun lalu pada periode yang sama. (*)
Editor : Fix Sumbar