Ongkir Kalahkan Harga Kopi, Langkah Berani ALKO Kirim 10 Ton ke Oman via Udara

Ongkir Kalahkan Harga Kopi, Langkah Berani ALKO Kirim 10 Ton ke Oman via Udara
Ongkir Kalahkan Harga Kopi, Langkah Berani ALKO Kirim 10 Ton ke Oman via Udara

JAKARTA - PT ALKO Sumatra Kopi mencatat langkah tidak lazim dalam ekspor kopi nasional dengan mengirim 10 ton kopi ke Oman melalui jalur udara. Pengiriman dari Jakarta menuju Muscat ini dilakukan untuk memenuhi permintaan cepat pasar Timur Tengah, meski biaya logistik yang dikeluarkan jauh melampaui harga produk.

Berdasarkan keterangan perusahaan, ongkos pengiriman udara mencapai sekitar Rp75.000 per kilogram. Angka tersebut diperkirakan sekitar 45 persen lebih tinggi dibandingkan harga kopi itu sendiri, menjadikan ekspor ini salah satu yang paling mahal dari sisi biaya logistik.

Permintaan Cepat Dorong Pengiriman Udara

Keputusan menggunakan jalur udara tidak terlepas dari meningkatnya permintaan kopi specialty di kawasan Timur Tengah. Dalam beberapa tahun terakhir, konsumsi kopi premium di wilayah tersebut tumbuh signifikan, seiring menjamurnya kafe dan roastery modern.

Dalam segmen specialty coffee, kecepatan distribusi menjadi faktor penting. Kualitas kopi sangat dipengaruhi oleh waktu pengiriman, terutama sebelum proses roasting. Karena itu, pembeli di pasar ini cenderung bersedia membayar lebih untuk menjaga kualitas dan kesinambungan pasokan.

Logistik Mahal, Nilai Produk Meningkat

Secara umum, ekspor kopi masih didominasi jalur laut guna menekan biaya. Namun, perubahan tren pasar global mulai menggeser orientasi dari efisiensi biaya menuju kecepatan dan kualitas layanan.

Langkah ALKO menunjukkan bahwa nilai kopi tidak lagi semata ditentukan oleh harga produk, melainkan juga oleh keandalan distribusi. Dalam kondisi tertentu, pembeli bahkan menerima biaya logistik tinggi demi memperoleh kopi dengan kualitas terbaik.

Didukung Sistem Traceability Digital

Pengiriman ini turut didukung sistem traceability berbasis digital melalui platform Qthink-X. Teknologi tersebut memungkinkan pelacakan setiap batch kopi secara menyeluruh, mulai dari asal kebun, identitas petani, proses produksi, hingga distribusi.

Editor : Fix Sumbar
Banner Komintau - Menteri
Bagikan

Berita Terkait
Terkini