JAKARTA - Pesta sepak bola terbesar dunia, Piala Dunia 2026, resmi memasuki fase pembukaan. Turnamen yang digelar di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, akan dimulai pada Kamis (11/6/2026) malam waktu setempat atau Jumat dini hari WIB.
Laga pembuka yang mempertemukan tuan rumah Meksiko dengan Afrika Selatan diprediksi berlangsung ketat. Ketua Jurnalis Pemred Sumbar (JPS), Adrian Tuswandi, menilai Afrika Selatan bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata meski Meksiko tampil di hadapan pendukungnya sendiri.
"Meski Meksiko diuntungkan sebagai tuan rumah dan punya pemain dengan kemampuan teknik yang tinggi, mereka tidak akan menang mudah saat menghadapi Afrika Selatan," ujar Adrian Tuswandi beberapa jam sebelum kick-off Piala Dunia 2026, Kamis (11/6/2026).
Pria yang akrab disapa Toaik itu mengatakan skuad Afrika Selatan dibangun dengan karakter petarung yang mampu memberikan perlawanan maksimal kepada siapa pun lawannya.
"Afsel bukan tim kaleng-kaleng. Skuad mereka didesain untuk bertarung maksimal menghadapi tim mana saja. Selain memiliki teknik yang baik, mereka juga didukung stamina luar biasa yang menjadi kekuatan utama tim," katanya.
Menurut anggota Dewan Pengawas LKBN Antara tersebut, kombinasi kemampuan teknis dan daya tahan fisik yang dimiliki Afrika Selatan berpotensi menyulitkan Meksiko sepanjang pertandingan.Meski demikian, Adrian tetap menilai peluang kemenangan sedikit lebih besar berada di pihak tuan rumah. Ia memprediksi pertandingan akan berlangsung ketat dengan kemungkinan hasil imbang yang cukup terbuka.
"Kalau hasil imbang tentu sangat mungkin. Tetapi saya melihat peluang Meksiko sedikit lebih besar, sekitar 55 berbanding 45," ujarnya.
Selain menjadi ajang sepak bola terbesar dunia, Piala Dunia 2026 juga menghadirkan catatan penting bagi dunia penyiaran Indonesia. TVRI resmi menjadi pemegang hak siar turnamen tersebut untuk wilayah Indonesia.
Keikutsertaan TVRI sebagai pemegang hak siar menandai kembalinya televisi publik nasional menayangkan langsung Piala Dunia setelah puluhan tahun didominasi stasiun televisi swasta nasional.
Editor : Fix Sumbar