"Kaligrafi bukan sekadar seni menulis, tetapi juga media untuk menyampaikan pesan perdamaian, kebijaksanaan, dan nilai-nilai kemanusiaan. Saya merasa terhormat dapat menampilkan karya-karya saya dalam ajang IMLF di tanah Minangkabau," ungkap Prof. Yusuf.
Ia berharap, karya sepanjang 100 meter ini dapat menjadi jembatan emosional antargenerasi dan antarbangsa.Baca juga: Kapolres Sijunjung dan OKP Tanam 1.000 Pohon di Lahan Reklamasi Tambang, Dukung Sumbar Kembali Hijau
"Saya berharap pameran ini dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai seni, literasi, dan budaya, sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara masyarakat Indonesia, Malaysia, dan berbagai negara yang hadir dalam IMLF," ucapnya. (*)
Editor : Fix Sumbar