Kapolda Sumbar Perangi PETI, Al-Qur'an Ingatkan Kerusakan Bumi Akibat Ulah Manusia

Kapolda Sumbar Perangi PETI, Al-Qur'an Ingatkan Kerusakan Bumi Akibat Ulah Manusia
Kapolda Sumbar Perangi PETI, Al-Qur'an Ingatkan Kerusakan Bumi Akibat Ulah Manusia

PADANG - Instruksi tegas Kapolda Sumbar, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, untuk memberantas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di seluruh wilayah Sumbar bukan sekadar penegakan hukum. Langkah itu juga menjadi pengingat bahwa kerusakan lingkungan yang ditimbulkan tambang ilegal telah lama mendapat peringatan, baik melalui regulasi negara maupun pesan agama.

Sabtu (15/8/2026), Kapolda Sumbar memerintahkan jajaran Ditreskrimsus Polda Sumbar dan seluruh Polres untuk menindak tegas aktivitas PETI. Instruksi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI, Jumat (14/8/2026), yang meminta Panglima TNI dan Kapolri mengusut tuntas dugaan keterlibatan oknum aparat yang membekingi tambang ilegal.

Kapolda menegaskan tidak ada ruang kompromi bagi pelaku maupun pihak yang melindungi aktivitas perusakan lingkungan tersebut.

"Komitmen saya di awal menjabat Kapolda Sumbar, tidak ada kompromi dengan mafia dan aktivitas tambang ilegal. Kalau tidak dilakukan penindakan, saya akan evaluasi mulai dari Kapolsek, Kasat Reskrim, dan Kapolresnya. Artinya mereka tidak bekerja," tegas Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy.

Menurut Kapolda, sejumlah lokasi PETI dan jaringan penampung emas ilegal telah ditertibkan berdasarkan laporan masyarakat. Penindakan akan terus dilakukan karena dampak tambang ilegal tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat melalui kerusakan hutan, pencemaran sungai, banjir, hingga longsor.

Peringatan mengenai kerusakan alam akibat ulah manusia sejatinya telah disebutkan dalam Al-Qur'an. Dalam Surah Ar-Rum ayat 41, Allah SWT berfirman:

»

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar."

Ayat tersebut menegaskan bahwa kerusakan lingkungan bukanlah sesuatu yang terjadi tanpa sebab. Manusia menjadi faktor utama yang menyebabkan rusaknya keseimbangan alam.

Larangan merusak bumi juga ditegaskan dalam Surah Al-A'raf ayat 56

Editor : Fix Sumbar
Bagikan

Berita Terkait
Terkini