"Pecahkan Rekor Pilwana Solok Selatan" Bidar Alam Sumbang Delapan Kandidat Terbanyak

"Pecahkan Rekor Pilwana Solok Selatan" Bidar Alam Sumbang Delapan Kandidat Terbanyak
"Pecahkan Rekor Pilwana Solok Selatan" Bidar Alam Sumbang Delapan Kandidat Terbanyak

Pendekatan yang dilakukan secara langsung tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga tidak hanya memperoleh informasi mengenai tahapan Pilwana, tetapi juga memahami hak dan tanggung jawab sebagai pemilih dalam menentukan arah pembangunan nagari untuk delapan tahun mendatang.

Memasuki tahapan pendaftaran bakal calon Wali Nagari tanggal 1 Agustus 2026, antusiasme masyarakat semakin terlihat. Hingga batas akhir pendaftaran 9 Agustus 2026 yang berahir pada Jam 23.59 WIB, sebanyak delapan putra terbaik Nagari Bidar Alam resmi mengajukan diri sebagai bakal calon Wali Nagari diantaranya Midra Joni, Arianto Alex Sander, Refrizal Ediputra, Ali Martius, Yoki Darman Caniago, Fadillah Khania Sabri, Osla Nopal, dan Imparizal. Seluruh bakal calon kemudian mengikuti tahapan verifikasi administrasi dan proses seleksi sesuai ketentuan yang berlaku dimulai tanggal 10 Agustus 2026.

Puncak tahapan penyaringan berlangsung dalam Rapat Paripurna Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Bidar Alam pada Hari Sabtu 22 Agustus 2026, yang menjadi momentum penting dalam menentukan siapa saja yang berhak melanjutkan perjalanan menuju kontestasi demokrasi.

Berdasarkan hasil rapat paripurna BAMUS tersebut, jumlah bakal calon resmi disaring dari delapan menjadi lima calon yang akan menjadi kontestan Pilwana Bidar Alam. Proses penyaringan berlangsung dengan mengedepankan prinsip transparansi, musyawarah, dan kepatuhan terhadap regulasi yang mengatur penyelenggaraan Pilwana.

Keputusan yang dihasilkan merupakan bagian dari mekanisme resmi untuk memastikan seluruh calon yang melaju memenuhi persyaratan sebagai peserta pemilihan. Lima kandidat yang lolos penyaringan diantaranya Refrizal Ediputra, Osla Nopal, Fadillah Khania Sabri, Midra Joni , Ali Martius, kini bersiap memasuki tahapan berikutnya, mulai dari penetapan calon tetap, beserta pengundian nomor urut pada Tanggal 24 September 2026, masa kampanye 1-3 Oktober 2026, hingga pemungutan suara 7 Oktober 2026, yang akan menentukan pemimpin Nagari Bidar Alam untuk masa jabatan delapan tahun.

Ketua Bamus Nagari Bidar Alam (ARDISON) mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan selama seluruh tahapan berlangsung.

“Pilwana bukan sekadar memilih pemimpin di 7 Oktober 2026 mendatang, tetapi menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan semangat membangun nagari bersama. Kami berharap seluruh masyarakat tetap menjaga situasi yang aman, damai, dan menghormati setiap proses yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Dengan tersaringnya lima kandidat terbaik, denyut demokrasi di Nagari Bidar Alam kini memasuki fase yang semakin dinantikan. Di tengah menghangatnya kontestasi lima calon Wali Nagari Bidar Alam, Ketua Panitia Pemilihan Wali Nagari (P2WN) Bidar Alam (RAMADAN) berharap seluruh rangkaian Pilwana tetap berjalan dalam semangat "Pilwana Badunsanak" yang sejak awal menjadi slogan utama penyelenggaraan pemilihan.

Menurutnya, pesta demokrasi nagari bukan sekadar ajang memilih pemimpin, melainkan momentum memperkuat tali persaudaraan di tengah masyarakat. Perbedaan pilihan politik, kata dia, tidak boleh menjadi alasan munculnya perpecahan di lingkungan keluarga, kaum, maupun antarjorong.

"Semangat yang terus kami gaungkan adalah Pilwana Badunsanak. Artinya, siapa pun yang menjadi pilihan masyarakat, kita tetap satu keluarga besar Nagari Bidar Alam. Demokrasi boleh berbeda pilihan, tetapi persaudaraan harus tetap dijaga," ujarnya.

Editor : Fix Sumbar
Banner JMSI 2026
Bagikan

Berita Terkait
Terkini