“Silaturahmi ini kita laksanakan sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi dan mempererat hubungan dengan jajaran LKAAM dan KAN se-Kota Padang. Bagi saya, masukan dari para tokoh adat sangat penting untuk menjadi bahan dalam melihat bagaimana kelembagaan adat ke depan dapat semakin kuat dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Hendri Yazid.
Ia menambahkan, masukan dari para pemangku adat diperlukan untuk mengetahui secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi kelembagaan adat maupun masyarakat.
Menurutnya, perkembangan kehidupan sosial yang semakin dinamis menuntut kelembagaan adat untuk tetap berpegang pada nilai-nilai dasar Minangkabau sekaligus mampu merespons perubahan zaman.
“Pertemuan seperti ini bukan hanya membicarakan persoalan organisasi. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bersama-sama melihat kondisi adat dan masyarakat saat ini, mendengarkan masukan dari para tokoh adat, kemudian mencari langkah yang dapat dilakukan secara bersama,” katanya.
Perkuat Peran LKAAM dan KAN
Hendri menilai keberadaan LKAAM dan KAN harus terus diperkuat agar mampu menjalankan fungsi kelembagaan adat secara optimal.
Di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat, nilai-nilai luhur Minangkabau seperti adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah (ABS-SBK), musyawarah dan mufakat, gotong royong serta penghormatan kepada niniak mamak, menurutnya harus terus dipelihara.Nilai-nilai tersebut, kata dia, tidak cukup hanya dikenang sebagai warisan budaya atau disampaikan dalam kegiatan seremonial. Nilai adat harus tetap hidup dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
“Tujuan kita tentu bagaimana LKAAM dan KAN ke depan semakin kuat, solid dan mampu menjalankan fungsi kelembagaan adat dengan baik. Kita ingin nilai-nilai adat Minangkabau tetap hidup di tengah masyarakat dan dapat diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari jati diri masyarakat Kota Padang,” ujar Hendri.
Ia mengatakan, penguatan kelembagaan adat juga harus disertai dengan tata kelola organisasi yang baik, komunikasi yang terbuka serta kemampuan menyerap aspirasi masyarakat.
Editor : Fix Sumbar