Di ujung lain, Audero, kelahiran Mataram, membawa pengalaman Juventus dan Inter Milan, serta kini Rayo Vallecano di Liga Spanyol. Sarach Yooyen gagal pada penalti ketiga Thailand; Audero kemudian menepis tembakan Nattapong Sayriya. Kita menduga ada rasa gentar di kepala dan sanubari penendang lawan terhadap Audero. Tak susah memblok tendangan Yooyen itu.
Di belakang mereka berdiri John Herdman dan tim yang bekerja dalam tekanan. Pada Agustus, Indonesia kalah 0–3 dari Vietnam, kemudian tersingkir setelah ditahan Singapura 1–1; maka kekecewaan publik mempunyai alasan. Perbandingan dengan Shin Tae-yong pun terus mengiringi pekerjaan pelatih baru ini. Tetapi Herdman tidak datang tanpa bekal: ia membawa Kanada ke Piala Dunia 2022 setelah penantian 36 tahun, serta tim putrinya meraih perunggu Olimpiade 2012 dan 2016.
Ia dibantu Elliot Dickman untuk penyerangan, Steven Vitoria—mantan kapten Kanada—untuk pertahanan, serta Simon Grayson dan Nova Arianto dalam dukungan teknis. Grayson memiliki pengalaman membawa klub-klub Inggris promosi; Nova menjaga kesinambungan pengetahuan tentang pemain Indonesia.
Herdman memahami bahwa tim matang melalui ujian, sementara sebagian publik sudah terlalu letih untuk mendengar kata “proses”. Ketika Thom Haye mendapat kartu merah melawan Malaysia pada 28 September, Indonesia bertahan dengan sepuluh pemain dan menjaga hasil 0–0. Herdman menyebut situasi itu berkah sekaligus kesulitan: kesempatan menguji soliditas dan kekokohan tim. Melawan Bangladesh, dua gol pada menit ke-90 6 dan ke-90 7 membalikkan ancaman tersingkir menjadi tiket final.
Kini Thailand memberi ujian lebih keras, dan para pemain kembali bertahan sampai menemukan jalan. Penantian puluhan tahun memang membuat kita tidak sabar; kemenangan ini menunjukkan bahwa ketekunan mempunyai hasil yang dapat dilihat.
Ketahanan semacam itu mempunyai penjelasan ilmiah. David Fletcher dan Mustafa Sarkar, peneliti psikologi olahraga di Loughborough University, Inggris, mewawancarai 12 juara Olimpiade dalam penelitian yang terbit pada 2012. Mereka menemukan peran motivasi, kepercayaan diri, fokus, dan dukungan sosial dalam membantu atlet menghadapi tekanan sebagai tantangan. Temuan itu tidak berarti siapa pun yang bersemangat pasti menang.
Namun, hasil penelitian itu membantu menjelaskan mengapa tim yang tetap saling percaya masih mampu bekerja ketika penonton sudah pasrah. Di GBK, yang saya lihat ialah keyakinan yang terus diterjemahkan menjadi lari, umpan, tekel, dan keberanian mengambil penalti. Epik.Bangsa ini pun lahir melalui perjalanan yang tidak mudah: proklamasi, revolusi, perlawanan bersenjata, dan diplomasi untuk mempertahankan kemerdekaan dari upaya Belanda kembali berkuasa. George McTurnan Kahin, ilmuwan politik Cornell University, Amerika Serikat, mendokumentasikan nasionalisme serta perjuangan tersebut dalam Nationalism and Revolution in Indonesia (Nasionalisme dan Revolusi Indonesia).
Dari sejarah itu saya menarik pelajaran tentang kemauan bertahan ketika hasil belum pasti. Lapangan sepak bola tentu berbeda dari medan revolusi, tetapi daya juang dapat menjadi ingatan bersama. Merah Putih di dada bukan jimat kemenangan. Ia mengingatkan pemain bahwa perjuangannya ditonton dan dipercayai oleh sebuah bangsa.
Peringkat FIFA membuat kemenangan ini semakin berarti. Menjelang final, Indonesia berada di urutan ke-118, sedangkan Thailand ke-94: selisih 24 tempat yang tidak menentukan hasil di lapangan. Saat Erick Thohir mulai memimpin PSSI pada Februari 2023, Indonesia berada di posisi ke-151.
Editor : Fix Sumbar