Setelah 35 Tahun Menanti: Timnas Garuda, Revolusi dan Mentalitas Menolak Menyerah

Setelah 35 Tahun Menanti: Timnas Garuda, Revolusi dan Mentalitas Menolak Menyerah
Setelah 35 Tahun Menanti: Timnas Garuda, Revolusi dan Mentalitas Menolak Menyerah

Perjalanan menuju 118 merupakan kemajuan lintas periode pelatih, pemain, dan pembenahan federasi. Erick pernah menyatakan harapan menembus 100 besar pada 2027. Trofi ini memberi dorongan, tetapi konsistensi melawan tim yang lebih kuatlah yang akan menguji kemajuan berikutnya.

Di sinilah dukungan Presiden memperoleh makna. Pada 17 Maret 2025, Prabowo mengatakan, “Indonesia harus masuk piala dunia. Itu tekad kita.” Pada 19 Juni 2026, ia menerima Erick dan Herdman di Hambalang, membicarakan pengembangan timnas, penyelenggaraan FIFA ASEAN, serta persiapan menuju Piala Dunia 2030.

Pada final 5 Oktober, 08– sebutan Presiden RI Ke-8 ini — menyaksikan perjuangan itu dan menyerahkan trofi bersama Presiden FIFA Gianni Infantino. Sejak emas 1991 pada masa Soeharto, Indonesia telah melewati enam kepresidenan hingga Joko Widodo sebelum tiba pada pemerintahan Prabowo. Rentang 35 tahun itu merujuk penantian sejak gelar senior SEA Games. Tinta emas terakhi.

Sekarang Indonesia berhak merayakan mahkota FIFA ASEAN Cup. Sebutan raja Asia Tenggara memperoleh dasar pada turnamen ini, sekaligus membawa tanggung jawab untuk membuktikan diri lagi. Agenda berikutnya mencakup rencana menghadapi Yordania di Amman pada 13 November. Lawan dari Asia Barat akan menguji apakah heroisme GBK dapat dibawa ke kandang orang.

Jalan menuju Piala Dunia dapat diperkuat dari titik juara ini melalui pertandingan, pembinaan, kedalaman pemain, dan konsistensi. Trofi FIFA ASEAN memberi modal kepercayaan untuk perjalanan panjang tersebut.

Publik juga perlu tumbuh bersama timnya. Herdman telah membuktikan bahwa ia mampu membawa Indonesia menjuarai turnamen ini; pencapaian itu layak mendapat penghargaan. Evaluasi taktik, pergantian pemain, dan hasil berikutnya tetap diperlukan, tetapi cercaan pribadi tidak membantu apa pun. Menghargai STY tidak mengharuskan kita mengecilkan Herdman, sebagaimana mendukung Herdman tidak perlu menghapus jasa pendahulunya.

Sepak bola maju melalui akumulasi kerja, persistensi, konsistensi. Para pemain dan pelatih pantas memperoleh dukungan yang tetap rasional ketika kemenangan berikutnya tidak datang semudah yang diharapkan.

Jika disiapkan dengan baik, arak-arakan juara layak menjadi perayaan bersama. Biarkan pemain menyapa masyarakat, dan masyarakat mengucapkan terima kasih setelah sekian lama menunggu. Semoga berlangsung aman, tertib, dan menggembirakan, dengan sukacita yang menjalar dari Jakarta ke seantero negeri. Satu perjalanan sudah dituntaskan; perjalanan berikutnya segera dimulai. Kita boleh berpesta hari ini, lalu kembali bekerja esok pagi. Garuda sudah membawa pulang piala. Kini, mimpi dunia harus diberi kaki untuk melangkah. Sekaranglah..

Editor : Fix Sumbar
Banner JMSI 2026Banner - Berita Duka Bpk Azwar
Bagikan

Berita Terkait
Terkini